Hindari Banjir Seperti Bali, Jatim Rekayasa Cuaca. Sebagian Besar Kota Bakal Hujan
Kamis, 11 Sep 2025, 13:02 WIBSURABAYA â Hujan deras telah memporak-porandakan sejumlah daerah Bali. Untuk menghindari kejadian seperti di Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersiap melakukan modifikasi cuaca di Jawa Timur guna mengantisipasi banjir dampak hujan intensitas tinggi seperti di Bali.
âJadi kita akan melaksanakan OMC atau operasi modifikasi cuaca seluruh Provinsi Jawa Timur,â kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Denpasar, Bali, Rabu malam. âJawa Timur, harapannya ini hujan harus diprediksi supaya saat datang di sana tidak seperti di Bali,â sambungnya.
Diketahui hampir di seluruh wilayah Bali terjadi banjir terutama di Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar akibat curah hujan tinggi gelombang ekuatorial rossby yang mengguyur lebih dari 24 jam sejak Selasa (9/10) pagi kemarin. Beruntung terhitung pukul 21.00 Wita air menyurut dan BNPB mendapati gelombang ekuatorial rossby sudah tidak ada di Bali.
âSudah tidak ada lagi di Bali karena sudah bergeser ke arah barat, jadi ya memang yang harus kita intervensi sekarang adalah justru Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,â ujar Letjen Suharyanto. âKami juga sudah berkoordinasi dengan kepala daerah di tiga provinsi itu untuk segera siap siaga,â sambungnya. Selain antisipasi dampak hujan lebat bergeser ke Pulau Jawa, BNPB saat ini juga berfokus pada penanganan di Bali, sebab Presiden Prabowo mengutus Suharyanto turun langsung ke Bali.
âKami atas perintah Pak Presiden Prabowo tadi siang langsung memerintahkan saya dan pejabat terkait untuk secepat mungkin, yang masih hilang betul-betul ditemukan, yang terdampak masyarakat kebutuhan dasarnya jangan sampai kurang,â kata dia. Di Bali sendiri saat ini status tanggap darurat kebencanaan telah ditetapkan dengan temuan sembilan korban meninggal dunia dan enam orang masih dalam pencarian akibat banjir.
Status ini disepakati antara Pemprov Bali dengan BNPB sehingga selanjutnya pemerintah pusat bisa membantu melakukan langkah-langkah untuk perbaikan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan terjadi di sebagian besar kota-kota di Indonesia, diselingi sejumlah wilayah mengalami cuaca berawan. Prakirawan BMKG Ranti Kurniati dalam prakiraan cuaca daring diikuti dari Jakarta, Kamis menyampaikan bahwa cuaca berawan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, hujan ringan di Tanjung Pinang, Padang dan Palembang, serta hujan intensitas sedang di Medan.Â
Sementara itu, katanya, terdapat juga potensi hujan disertai petir di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Bandar Lampung. "Untuk berawan tebal berpotensi di kota Surabaya, hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di kota Yogyakarta, hujan intensitas sedang di Serang, Bandung dan Semarang. Waspadai hujan disertai petir di Jakarta," jelasnya.Â
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Ranti mengatakan BMKG memprakirakan potensi cuaca berawan di Denpasar dan Kupang. Serta terdapat potensi hujan ringan di Mataram. Untuk Pulau Kalimantan, terdapat potensi hujan ringan di Pontianak, Samarinda, Palangka Raya, hujan intensitas sedang di Tanjung Selor dan hujan disertai petir di Banjarmasin.Â
Di Sulawesi, sebagian ibu kota provinsi diprakirakan BMKG mengalami cuaca berawan yaitu Makassar, Kendari dan Gorontalo. Dengan potensi hujan ringan terjadi di Manado dan Palu serta hujan lebat di wilayah Mamuju. Untuk Indonesia Timur, Ranti menjelaskan hanya kota Ambon yang diprakirakan mengalami cuaca berawan. Sementara hujan ringan diprediksi terjadi di Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke serta perlu diwaspadai potensi hujan disertai petir di Nabire.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.