Begini Strategi PLN Tekan Emisi Karbon Tanpa Korbankan Finansial Perusahaan
Rabu, 10 Sep 2025, 12:09 WIBBOGOR - Dalam pencapaian net zero tahun 2060, PT PLN (Persero) harus menyeimbangkan antara keandalan pasokan listrik, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan serta menjaga kesehatan finansial korporat.
Berbagai inovasi ditempuh untuk memastikan target penurunan emisi tetap berjalan sambil secara bertahap melakukan transisi energi tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan perusahaan.
Parulian Noviandri, EVP Perencanaan Strategi Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), menjelaskan salah satu bentuk keberlanjutan lingkungan yang tidak mengorbankan keuangan korporat dengan secara bertahap melakukan diversifikasi bahan bakar pembangkit batu bara dengan biomassa (Co firing). Untuk tahun ini ada 52 lokasi yang jalankan progrma co firing dengan total kapasitas 2,45 gigawatt (GW) dan potensi reduksi emisi sebesar 10,75 juta ton CO2.
Selanjutnya konversi konsumsi bahan bakar minyak dengan EBT melaui program Dedieselisasi dan Hibridisasi. Tujuannya untuk mengganti / mengurangi penggunaan BBM, peningkatan efisiensi biaya bahan bakar, mengurangi emisi karbon serta peningkatan keandalan listrik. "Program konversi PLTD ke EBT & Hybrid dilakukan secara bertahap di 631 lokasi PLTD yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Parulian dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema âCollaboration to Advance The ESDM Sectorâ di Kinasih Resort and Conference, Bogor, beberapa waktu lalu.Â
Program Dedieselisasi dilaksanakan pada 3.378 unit pembangkit diesel yang masih beroperasi melalui tiga program yakni program EBT dan Hybrid sebesar 0.62 GW di 631 lokasi. Kemudian mengganti PLTD menjadi PLTMG berbahan bakar gas 0,21 GW di 35 lokasi. Serta Program Interkoneksi ke Grid 0,75 GW di 154 lokasi.
Hibridisasi PLTD dengan PLTS+Baterai ditargetkan bisa menurunkan konsumsi BBM hingga 8,1 juta liter per tahun dengan potensi efisiensi biaya Rp58,84 miliar per tahun. Ada pilot project Hibirdisasi Maratua dengan kapasitas PV 300 kW, Baterai 600 kWh. Mengurangi BBM 46.219,95 liter (Agustus-Des 2025). Menurunkan emisi karbon 110.465,68 kg CO2," ujar Parulian.
PLN mengakui saat ini lebih dari 60% pembangkit masih menggunakan PLTU batu bara untuk itu manajemen terus meningkatkan penggunaan teknologi untuk menangkap emisi karbon yang dihasilkan. PLN bermitra dengan perusahaan energi lain dalam pengembangan dan study CCUS. "Net Zero Emission bagaimana pembangkit yang ada kita tambahkan teknoklogi, dengan CCS (Carbon Capture Storage)," kata Parulian.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
-
Naik, Harga Tiket Final Piala Dunia Mencapai $10.990
-
Libur Panjang Picu Lonjakan Pendakian di Gunung Rinjani
-
Ribuan Wisatawan "Kepung" Pantai Ujung Pandaran H+2 Lebaran, Ternyata Ini Rahasia Daya Tariknya
-
Jangan Sampai Tercecer, Bansos ke Bencana Sumatera Harus Dikawal
-
Hanya Rp243! Cek Syarat Promo Tarif MRT Jakarta Spesial Edisi 24 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.