Bali Banjir, Polri Kerahkan Personel Bantu Korban

Rabu, 10 Sep 2025, 22:05 WIB

Jakarta -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama TNI, BPBD, serta instansi terkait mengerahkan personel untuk membantu evakuasi korban, membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam operasi penangangan banjir dan longsor di Bali.

Ket. Foto: Personel Polri bantu penangangan banjir di Bali. — Sumber: ANTARA/HO-Polri

“Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” kata Daniel dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pembersihan jalur yang terdampak longsor dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian.

Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Untuk diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Bali pada 9 hingga 10 September 2025 memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor, sementara beberapa pemukiman warga terendam air.

Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menewaskan 9 orang, melukai 47 orang, serta memaksa 237 warga mengungsi ke 4 titik lokasi pengungsian.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, banjir sejumlah titik di wilayah Denpasar. Dari rekaman video yang beredar, beberapa ruas jalan lumpuh terendam air. Luapan air sungai makin memperparah keadaan.
Di antaranya terjadi di dekat jembatan Tukad Badung, Jalan Sulawesi, Denpasar. Bahkan, terlihat bangunan tiga lantai ambruk diterjang banjir.

Demikian pula di Jalan Maruti, Kampung Wanasari (Kampung Jawa), Denpasar Utara. Ketinggian air nyaris mencapai jembatan. Rumah-rumah di pinggir sungai terendam dan hanya atapnya yang terlihat.

Selain merenggut korban jiwa, banjir bandang yang menerjang Desa Sawu juga menyebabkan sejumlah rumah rusak. Puluhan ternak juga hanyut.

“Rumah data sementara ada sembilan (rusak) dan puluhan ternak,” kata Dewa, Selasa (9/9) malam.

Ternak warga yang hanyut itu yakni babi, sapi, kerbau, dan kambing. “Kami masih data-kan jumlah pastinya pastinya,” ujar Dewa.

Adapun warga yang rumahnya rusak terendam banjir telah mengungsi ke tempat aman.

Sementara itu pencarian empat korban hilang hari ini belum membuahkan hasil. “Masih nihil,” kata Dewa.

  • Bali Banjir

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.