Alcaraz Bidik Juara Australian Open untuk Lengkapi Grand Slam
Selasa, 09 Sep 2025, 01:05 WIBNEW YORK â Petenis Spanyol Carlos Alcaraz menegaskan target utamanya musim depan adalah meraih gelar Australian Open untuk melengkapi koleksi  juara Grand Slam. Ambisi itu disampaikan setelah menundukkan rival utamanya, Jannik Sinner, 6-2, 3-6, 6-1, 6-4 di final US Open, Senin (8/9) dini hari WIB. Kemenangan tersebut mengantarkan Alcaraz meraih gelar Grand Slam keenam sekaligus trofi kedua di Flushing Meadows.
Petenis berusia 22 tahun itu akan menjadi pria termuda dalam sejarah yang menuntaskan gelar Grand Slam apabila sukses mengangkat trofi di Melbourne pada bulan Januari mendatang. âItu adalah tujuan pertama saya, jujur saja. Saat pramusim, fokus saya selalu pada apa yang ingin ditingkatkan dan apa yang ingin dicapai. Australian Open selalu ada dalam daftar utama,â ujar Alcaraz.
Sejauh ini, capaian terbaik Alcaraz di Australia hanya menembus perempat final. Rekan senegaranya, Rafael Nadal, masih memegang rekor sebagai petenis termuda dengan koleksi juara di empat Grand Slam dalam usia 24 tahun, ketika menjuarai US Open 2010. âSaya akan mencoba mencapainya tahun depan. Jika tidak berhasil, semoga dalam dua, tiga, atau empat tahun ke depan. Saya akan terus berusaha,â ujar Alcaraz.
Kemenangan US Open ini juga memastikan Alcaraz kembali merebut takhta peringkat satu dunia dari Sinner. Terakhir kali dia menempati posisi tersebut adalah September 2023. âSaat bisa mewujudkan target, rasanya luar biasa. Mengembalikan posisi nomor satu selalu menjadi prioritas. Melakukannya bersamaan dengan menjuarai Grand Slam membuatnya terasa lebih indah,â ucap Alcaraz.
Sepanjang turnamen, Alcaraz hanya kehilangan satu set. Pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, menilai penampilan anak asuhnya di final mendekati sempurna. âPotensinya untuk meraih banyak gelar ada, tapi kami tidak mau menganggap segalanya otomatis. Setiap hari harus tetap bekerja keras,â ucap Ferrero.
Persaingan AlcarazâSinner kini menjadi wajah baru tenis putra. Dari 13 Grand Slam terakhir, keduanya menguasai 10 gelar, dengan Novak Djokovic meraih sisanya. Namun dominasi Alcaraz makin nyata, setelah menang tujuh kali dalam delapan pertemuan terakhir kontra Sinner. Satu-satunya kemenangan petenis Italia berusia 24 tahun itu hanya diraih di final Wimbledon Juli lalu.
Sinner mengakui kekalahan di New York membuatnya harus berbenah. âKali ini saya terlalu mudah ditebak. Carlos mengubah ritme, melakukan banyak variasi. Saya harus berani keluar dari zona nyaman. Mungkin saya harus rela kehilangan beberapa pertandingan demi mencoba perubahan, agar permainan saya lebih tak terduga,â ujarnya.
Sinner menilai Alcaraz tampil lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya di Wimbledon. Statistik mendukung analisisnya: Alcaraz melepaskan 10 ace tanpa sekali pun double fault, dengan persentase servis pertama 61 persen. Sinner hanya mencatat dua ace, empat double fault, dan 48 persen servis pertama.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pengangguran Jadi Ancaman Utama Indonesia Tiga Tahun ke Depan
-
Tanpa Perbaikan Struktural, Pasar Modal hanya jadi Pintu Masuk Jangka Pendek
-
Apel Siaga Ambulans untuk Pelayanan Kegawatdaruratan saat Mudik Lebaran
-
Wanprestasi, Pemkot Surabaya Blacklist Dua Kontraktor dan Ambil Alih Proyek Pompa Air
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Kamis, SIM Keliling Layani Warga Jakarta di Lima Lokasi
-
Carlos Alcaraz Simbol Era Baru Tenis Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.