Mogok Kerja Pekerja Transportasi Lumpuhkan Jaringan Tube London

Senin, 08 Sep 2025, 18:00 WIB

JAKARTA – Jaringan kereta bawah tanah London atau London Underground lumpuh total pada Senin (8/9/2025) setelah ribuan pekerja memulai aksi mogok kerja yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan. Aksi tersebut menimbulkan gangguan besar bagi mobilitas warga dan wisatawan di ibu kota Inggris.

Hampir seluruh layanan kereta Tube dipastikan tidak beroperasi mulai Senin hingga Kamis. Selain itu, Docklands Light Railway yang menjadi penghubung utama kawasan keuangan Canary Wharf dan City of London juga tidak akan berjalan pada Selasa dan Kamis.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Sejumlah warga terpaksa mencari alternatif transportasi lain untuk berangkat kerja. Banyak yang beralih menggunakan sepeda, sementara sebagian lainnya memilih jalan memutar meski memakan waktu lebih lama.

“Prospeknya akan berlangsung seminggu penuh, ini seperti mimpi buruk… mungkin butuh waktu dua kali lebih lama bagi saya untuk sampai di sana pagi ini,” kata penasihat hukum Laura Sutton (46), yang ditemui di dekat Stasiun London Bridge.

Serikat pekerja RMT menjelaskan, inti perselisihan terletak pada isu gaji, pola shift kerja, manajemen kelelahan, dan tuntutan pengurangan jam kerja. Mereka menilai kondisi kerja saat ini memberi tekanan besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan pekerja transportasi.

“Mereka tidak mengincar tebusan besar, tetapi kelelahan dan rotasi kerja yang ekstrem merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan anggota kami,” ujar Sekretaris Jenderal RMT, Eddie Dempsey.

Transport for London (TfL) sebagai operator layanan transportasi umum ibu kota menyatakan bahwa serikat pekerja hanya akan menerima kesepakatan dengan pengurangan jam kerja mingguan. Saat ini, staf TfL rata-rata bekerja 35 jam per pekan. Pihak TfL menegaskan telah berusaha menyelesaikan sengketa dengan menawarkan kenaikan gaji sebesar 3,4 persen, namun belum ada kesepakatan.

Meski Tube berhenti total, beberapa jalur kereta masih beroperasi dengan keterbatasan. Elizabeth Line yang menghubungkan pusat kota ke Bandara Heathrow tetap berjalan, begitu juga layanan Overground, meski mengalami beberapa gangguan.

Aksi mogok ini bukan hanya berdampak pada transportasi harian, tetapi juga sektor hiburan di Inggris. Band rock Coldplay terpaksa menunda dua konsernya di Stadion Wembley, sementara penyanyi asal Amerika Serikat Post Malone menunda dua pertunjukan di London hingga akhir September.

Situasi ini memicu keluhan warga yang bergantung pada transportasi umum untuk beraktivitas sehari-hari. Selain menghambat perjalanan menuju tempat kerja, mogok kerja pekerja transportasi London juga dinilai memperburuk kondisi lalu lintas di jalan raya yang sudah padat.

Dengan belum adanya titik temu antara serikat pekerja RMT dan pihak TfL, masyarakat London diprediksi masih harus menghadapi kesulitan transportasi hingga beberapa hari ke depan. Aksi mogok ini sekaligus menyoroti besarnya peran pekerja transportasi dalam menjaga kelancaran mobilitas kota besar seperti London.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.