• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tiongkok Jadi Rumah Bagi 5...

Tiongkok Jadi Rumah Bagi 5.000 Lebih Perusahaan AI

Senin, 08 Sep 2025, 21:08 WIB

CHONGQING  - Jumlah perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Tiongkok telah melonjak dari 1.400 lebih menjadi lebih dari 5.000 dalam lima tahun terakhir, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok dalam Pameran Industri Pintar Dunia (World Smart Industry Expo) yang sedang berlangsung di Kota Chongqing, Tiongkok barat daya.

Tiongkok telah mendirikan lebih dari 40.000 pabrik pintar, 11 zona percontohan nasional untuk inovasi dan penerapan AI, serta 17 zona percontohan nasional untuk pengujian kendaraan terhubung cerdas, ungkap Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, Xin Guobin.

Ket. Foto: Sebuah robot humanoid berinteraksi dengan pengunjung saat World Smart Industry Expo 2025 di Kota Chongqing, China barat daya, pada 7 September 2025. — Sumber: ANTARA/Xinhua/Wang Quanchao

Xin menambahkan bahwa dana investasi untuk industri AI nasional senilai 60 miliar yuan (1 yuan = Rp2.302) telah diluncurkan, dilengkapi dengan aturan mengenai etika AI, pusat kerja sama dan pengembangan AI Tiongkok-BRICS, serta lebih dari 240 standar untuk teknologi AI inti.

Laporan Pengembangan Internet Tiongkok 2021 mengungkapkan bahwa pada 2020 hanya terdapat 1.454 perusahaan AI di negara tersebut.

Tiongkok memberikan yang perhatian besar pada pengembangan industri AI-nya. Pada 2017, Dewan Negara Tiongkok mengeluarkan rencana pengembangan untuk AI generasi berikutnya.

Pada Agustus tahun ini, pemerintah menindaklanjutinya dengan pedoman mengenai inisiatif "AI Plus", yang dirancang untuk mempercepat pembangunan ekonomi cerdas dan masyarakat pintar yang dicirikan dengan kolaborasi manusia-mesin, integrasi lintas sektor, dan inovasi bersama.

"Perkembangan yang sehat industri AI Tiongkok berasal dari pembelajaran pengalaman berharga para pelopor, serta pemanfaatan penuh atas keunggulan internal, seperti sumber daya data yang melimpah, sistem industri yang lengkap, skenario penerapan yang luas, dan potensi pasar yang besar," kata Presiden Asosiasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok Wan Gang. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.