Kemendukbangga: Kekerasan Sangat Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Psikologis Anak
Senin, 08 Sep 2025, 10:42 WIBJAKARTA- Kekerasan yang kerap disaksikan anak-anak akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan psikologis mereka. Untuk itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN hadir untuk memastikan para pengasuh di Tempat Penitipan Anak (TPA), PAUD, TK, Raudatul Athfal, memiliki kesabaran yang tidak terbatas dan kompetensi yang memadai dalam pengasuhan.
Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripuddin, pada kegiatan "Tamasya di Kerabat Series 3," sebuah kegiatan belajar bersama yang berfokus pada pertolongan pertama pada anak.
Kegiatan yang bertema "Pertolongan Pertama Pada Anak Langkah Cepat Saat Darurat" dan diadakan secara daring dari Mataram, belum lama ini, bertujuan meningkatkan kompetensi para pengasuh di Tempat Penitipan Anak, PAUD dan Bina Keluarga Balita (BKB). Sehingga mereka dapat memberikan respons yang tepat dan cepat dalam situasi darurat.
Dalam sambutan saat membuka kegiatan, Lalu Makripuddin menyoroti kekerasan terhadap anak yang marak terjadi dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak serta produktivitas orang tua.
Bahkan, ia juga membagikan pengalaman pribadinya, di mana anaknya pernah tersiram air panas dan ia tidak mampu memberikan pertolongan pertama yang benar. Kisah ini menjadi contoh nyata betapa pengetahuan dasar pertolongan pertama sangat vital.
Ia menegaskan, pertolongan yang diberikan harus cepat, tepat, dan akurat agar anak tidak menderita terlalu lama, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan danÂ
perkembangannya. Untuk itu,Â
Makripuddin menekankan pentingnya peran pengasuh dalam membentuk generasi masa depan.Â
 Topik Krusial
Sebagai satu-satunya dokter subspesialis Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) di NTB, dr. Kadek Apik Lestari, M.Biomed dalam paparannya menjelaskan berbagai topik krusial.
Selaku Kepala PICU (Pediatric Intensive Care Unit) di RSUD Provinsi NTB, dr. Kadek memaparkan materinya mulai dari bantuan hidup dasar, penanganan trauma, kasus tersedak, tenggelam, hingga demam tinggi dan kejang.
Sementara Wahyu Hidayat Yusuf, Ketua Tim Kerja Balnak BKKBN NTB menyampaikan bahwa anak merupakan anugerah besar dari Tuhan sehingga harus dijaga dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu, kegiatan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Kerabat ini adalah langkah awal yang dilakukan untuk menjaga anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu usaha dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dalam mewujudkan generasi emas tahun 2045.Â
Dengan semakin banyaknya TPA dan PAUD yang diluncurkan menjadi bagian dari program "Tamasya," BKKBN NTB berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua saat menitipkan anak-anak mereka di TPA berbasis Tamasya.
Kegiatan ini disambut antusias ratusan peserta dari berbagai daerah di NTB, termasuk Lombok dan Sumbawa. Juga diikuti oleh Kepala OPD KB se-Nusa Tenggara Barat.
- Kasus Kekerasan Anak
- Pendidikan Anak
- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KPK Dalami Proses Penyerahan Uang Pendaftaran Perangkat Desa Terkait Kasus Sudewo
-
Mensos: 47.688 KK Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Terima Bantuan
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp700 Miliar untuk Bencana di Sumatra
-
Memperbaiki Regulasi untuk Mencegah Kekerasan Berulang di Daycare
-
Selektif dalam Memperkenalkan Tontonan demi Tumbuh Kembang Anak
-
53 Anak Jadi Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta, Orangtua Korban Menuntut Keadilan
-
Polisi Tetapkan 13 Orang Pengelola Daycare Little Aresha Yogya Jadi Tersangka Kekerasan Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.