Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBKSDA: Gunung Tangkuban Parahu Habitat Asli Macan Tutul

📅 Senin, 08 Sep 2025, 20:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBKSDA: Gunung Tangkuban Parahu Habitat Asli Macan Tutul Doc: ANTARA 
Ket. Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya, saat memberikan keterangan di Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (8/9/2025).

BANDUNG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan kawasan kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul yang saat ini sedang dicari setelah lepas dari kandang karantina di Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat.

Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengatakan berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan di kawasan tersebut, populasi macan tutul memang sudah tercatat.

“Perlu diketahui bahwa kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul. Berdasarkan penelitian, di kawasan itu sudah ada sembilan ekor yang tertangkap kamera,” kata Eri di Bandung, Senin (08/9).

Eri menambahkan temuan jejak kaki, laporan masyarakat, hingga hasil pengamatan dengan drone thermal menunjukkan arah pergerakan satwa tersebut menuju kawasan hutan lindung di kaki Gunung Tangkuban Parahu.

“Kami menyasar lokasi rumah-rumah warga dan kandang ternak di sekitar jalur pergerakan. Jejak terakhir ditemukan di gubuk dan lahan pertanian yang mengarah ke kawasan hutan lindung. Maka kami simpulkan dugaan kuat macan tutul sudah berada di dalam kawasan,” ujarnya.

Koordinator Tim Pencarian, Ujang Acep, menambahkan bahwa daya jelajah macan tutul bisa mencapai 400 hektare sehingga kemungkinan besar satwa tersebut telah cukup jauh masuk ke hutan sejak dua hari terakhir.

“Kalau sudah dua hari lebih, kemungkinan besar sudah cukup jauh masuk ke hutan. Kami simpulkan macan tutul sudah mengarah ke kaki Gunung Tangkuban Parahu,” kata Ujang.

Menurut Ujang, pencarian kini difokuskan menggunakan teknologi drone thermal yang diterbangkan setiap malam. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila mendapati keberadaan satwa itu.

“Masyarakat tidak perlu waswas. Macan tutul tidak agresif menyerang, justru selalu mencari celah untuk bersembunyi dan menghindar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.