Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Batam, 80 Kelompok Wanita Tani Mulai Bergerak Tanam Cabai

📅 Senin, 08 Sep 2025, 15:43 WIB | Oleh:
Batam, 80 Kelompok Wanita Tani Mulai Bergerak Tanam Cabai Doc: ANTARA/HO-DKPP Batam
Ket. Petugas DKPP Batam sedang melihat tanaman cabai di polybag di KWT Mekar Sari Kelurahan Pancur Baru, Batam, Kepri (8/9).

Batam -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut sebanyak 80 Kelompok Wanita Tani (KWT) telah mulai bergerak menanam cabai dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kepala DKPP Kota Batam Mardanis menjelaskan distribusi media tanam, peralatan, hingga pendampingan dan pembinaan kepada kelompok sudah terlaksana.

“Alhamdulillah sudah selesai distribusi untuk media tanam dan peralatan, dan sudah berjalan pendampingan serta pembinaan. Kendala pasti ada, tetapi bisa diatasi dengan solusi yang diterima oleh para kelompok wanita tani,” ujar Mardanis saat dihubungi di Batam, Senin.

Ia menambahkan sejauh ini penyiapan lahan dan media tanam berjalan dengan lancar.

“Untuk hasil panen, baru bisa kami lihat pada panen di akhir tahun. Dalam tiga bulan ke depan, kegiatan masih berfokus pada proses penanaman, dengan prioritas utama tetap pada komoditas cabai,” kata dia.

Saat ini, katanya, sebanyak 64 KWT tengah dalam tahap pengolahan lahan dan persiapan media tanam. Program ini dibiayai melalui Rencana Kerja (Renja) DKPP Kota Batam.

Selain itu, ada 16 KWT lain yang mendapat dukungan program P2L dari dana pokok pikiran (Pokir), masing-masing menerima 360 polybag cabai besar dan 360 polybag cabai rawit.

Dengan demikian, total terdapat 80 KWT yang aktif menanam cabai di Batam.

“Program ini melibatkan sekitar 2.000 orang peserta. Masing-masing ibu rumah tangga menanam minimal 30 polybag cabai merah dan cabai rawit. Kalau 2.000 orang bisa menanam 30 polybag, kita bisa hasilkan hingga 60 ton cabai,” katanya.

Menurutnya, hal ini akan berdampak signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan cabai sekaligus membantu pengendalian inflasi di kota tersebut.

“Ini pekerjaan skala prioritas. Cabai kita jadikan fokus utama karena paling berpengaruh terhadap inflasi. Insya Allah sayuran lain juga berjalan, tapi cabai tetap mendapat perhatian khusus,” tutup Mardanis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.