Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geopark Kaldera Toba Kantongi Kartu Hijau UNESCO, Status Dunia Kian Kokoh

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopark Kaldera Toba Kantongi Kartu Hijau UNESCO, Status Dunia Kian Kokoh Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Geopark Kaldera Toba Sumatera Utara.

MEDAN – Status green card yang diterima Geopark Kaldera Toba dari UNESCO Global Geopark menandai pengakuan internasional atas pengelolaan yang dinilai baik, berkelanjutan, dan sesuai standar global.

Pencapaian ini bukan hanya meningkatkan reputasi destinasi wisata geopark di mata dunia, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi, riset, dan pariwisata berbasis edukasi.

Lebih dari itu, status ini menjadi momentum bagi pengelola untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, memberdayakan masyarakat lokal, serta memastikan pengembangan pariwisata Kaldera Toba tetap berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

"Status ini ditetapkan pada sidang komite eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, La Araucania, Chile, Sabtu (6/9)," ucap General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Kholis di Medan, Minggu (7/9).

Pihaknya mengucapkan syukur dan terima kasih atas pencapaian tersebut karena kartu hijau terhadap Geopark Kaldera Toba merupakan kerja keras semua pihak.

Terutama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah mendorong semua pihak, khususnya tujuh kabupaten di Sumatera Utara, yakni Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.

Sidang Global Geopark Network (GGN) dan Konferensi Internasional GGN digelar pada 5-12 September 2025 di Kutralkura, La Araucania, salah satu UNESCO Global Geopark di Chile.

"Kami berharap capaian ini menjadi batu loncatan untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal," jelas Azizul.

Selain gubernur Sumatera Utara, dia juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak mulai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut.

Kemudian, tujuh pemerintah kabupaten kawasan Danau Toba hingga pemerintah pusat yang telah mendukung upaya menjalankan rekomendasi UNESCO tersebut.

Dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023 menyatakan, kawasan Geopark Kaldera Toba mendapatkan kartu kuning dari UNESCO.

Kartu kuning merupakan peringatan badan pengelola kawasan karena tidak memenuhi beberapa kriteria ditetapkan, dan UNESCO meminta Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark melakukan perbaikan sebelum revalidasi dua tahun kemudian.

"Selama konferensi internasional Global Geopark Network tersebut, para delegasi resmi berbagai negara berkumpul," tutur Azizul.

Selain Geopark Kaldera Toba di Danau Toba, lanjut dia, Indonesia juga mempertahankan dua taman bumi lainnya, yakni Geopark Ciletuh - Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, dan Geopark Rinjani Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

38 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.