Demo Rusuh Banyak Mobil Dibakar, Makin Perlu Proteksi Kendaraan dengan Asuransi Antihuru-hara
Jumat, 05 Sep 2025, 10:18 WIBJAKARTA â Saat aksi unjuk rasa kemarin, banyak kendaraan dibakar massa. Ini mengingatkan agar para pemilik kendaraan mulai memproteksi dengan asuransi huru-hara, bila belum punya.
Perluasan cakupan perlindungan diperlukan untuk melindungi kendaraan dari kejadian luar biasa seperti bencana alam atau kerusuhan. Kepala Humas, Pemasaran dan Komunikasi dan Kegiatan Asuransi Astra Iwan Pranoto ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu, menjelaskan tidak semua kerusakan bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi sehingga diperlukan perluasan cakupan untuk melindungi kendaraan dari kejadian luar biasa termasuk pemogokan, kerusuhan, huru-hara, sabotase atau terorisme.
Iwan mengingatkan bahwa asuransi sudah harus dimiliki ketika pemilik kendaraan terjebak pada situasi luar biasa tersebut. "Kalau sudah terbakar atau hancur, lalu diasuransikan, itu sudah telat. Tidak bisa (kendaraan) dimasukkan ke asuransi (setelah kejadian) lalu minta ditanggung oleh perusahaan," kata Iwan.
Ketika pemilik mendaftarkan kendaraannya untuk asuransi, perusahaan akan meninjau dan mengecek kendaraan. Jika terdapat kecacatan, seperti baret, perusahaan asuransi akan mencatat sebagai bahan pertimbangan.
âAsuransi sifatnya adalah preventif dan sifatnya mengikat, karena perjanjian atas dua belah pihak,â kata Iwan. Asuransi kendaraan diperlukan untuk mengurangi kekhawatiran terhadap kerusakan kendaraan serta mengurangi pengeluaran membengkak ketika terjadi sesuatu pada kendaraan.
Kepercayaan Pasar
Masalah lain, adalah mengembalikan kepercayaan pasar pascarusuh.  Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee menilai pembalikan IHSG yang cepat mencerminkan kepercayaan investor masih kuat terhadap kinerja emiten di bursa saham, di samping sentimen positif dampak perekonomian global yang membaik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir kembali menguat di angka 7.800-an, setelah sempat anjlok cukup dalam pada Senin (1/9) akibat berbagai demonstrasi yang berujung kericuhan dan perusakan pada akhir pekan lalu.
âBanyak investor percaya bahwa saham-saham emerging market memiliki peluang pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan negara maju. Dampak demo diperkirakan hanya bersifat sementara,â kata Hans melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hans menegaskan bahwa investor asing masih melihat potensi besar di pasar saham Indonesia, meski sempat menjadi sorotan karena gejolak politik dibandingkan negara ASEAN lain seperti Thailand. Ia turut menyoroti peran regulator atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menghadapi gejolak pasar.
OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah antisipasi, seperti mengubah aturan trading halt dan menyediakan mekanisme  buyback tanpa RUPS untuk menenangkan pasar.
Hans memuji langkah ini sebagai respons yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar modal. âFundamental ekonomi kita bagus. Langkah pengawasan dan pengaturan OJK sangat baik, dan kerja sama dengan Kementerian Perekonomian juga membantu menenangkan pelaku pasar,â ujar dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Gubernur ke Rumah Duka Andika Lutfi, Tapi Kok Tidak Menjanjikan Apa-apa Ya, Termasuk Wapres. Usut Kekerasan Aparat atas 10 Korban Jiwa
-
Bali Dilanda Banjir Besar, Happy Salma Harapkan Penerapan Keseimbangan Tata Ruang
-
Banjir Kian Tak Terduga, Klaim Asuransi Properti dan Kendaraan di Bali Tembus Rp22 Miliar
-
Aksi unjuk rasa Hari Perempuan Sedunia di Ternate
-
Hari Santri Nasional, Pemprov Lampung Serahkan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 Pengurus Ponpes
-
Pemkot Jaktim Amankan Stok Pangan
-
Wagub: Ojol Silakan Unjuk Rasa. Tolong Jaga Jakarta Juga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.