AirNav Indonesia Sukses Pimpin Forum Strategis ICAO untuk Asia Pasifik

Jumat, 19 Jun 2026, 15:23 WIB

TANGERANG – AirNav Indonesia sukses menjadi tuan rumah First Meeting of the APAC Project 30/10 Task Force (AP30-10/TF/1) yang diselenggarakan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) Asia Pacific Office di Tangerang, Banten, pada 16–18 Juni 2026. Forum yang dihadiri oleh 61 delegasi dari 18 negara itu mengapresiasi keberhasilan AirNav Indonesia menfasilitasi pertemuan strategis ICAO tersebut.

Direktur Operasi AirNav Indonesia sekaligus Chairperson APAC Project 30/10 Task Force, Setio Anggoro mengatakan, kepercayaan para delegasi kepada AirNav Indonesia tersebut merupakan pengakuan atas peran aktifnya dalam mendukung pengembangan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

“Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi AirNav Indonesia untuk terus berperan aktif memperkuat kolaborasi internasional dan mendukung kemajuan layanan navigasi penerbangan yang aman, efisien, dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik,” pungkasnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dijelaskan, implementasi Project 30/10 merupakan salah satu langkah penting dalam menjawab tantangan pertumbuhan lalu lintas udara di kawasan Asia Pasifik masa depan. Karena itulah, tujuan utama pertemuan ini adalah mempertemukan para pemangku kepentingan penerbangan dari berbagai negara. 

”Di sini kami duduk bersama untuk membahas langkah-langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan lalu lintas udara dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan,” ungkap Setio Anggoro.

Dia menambahkan, forum ini menjadi langkah awal penyusunan mekanisme implementasi regional ICAO Project 30/10. Task force ini merupkakan sebuah inisiatif global yang bertujuan meningkatkan efisiensi ruang udara melalui pengurangan standar separasi antarpesawat menjadi 30 nautical miles (NM) di wilayah oceanic dan remote airspace, serta 10 NM pada ruang udara yang telah didukung teknologi surveillance, tanpa mengurangi tingkat keselamatan penerbangan.

Implementasi konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ruang udara, memperpendek rute penerbangan, menghemat konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi karbon, serta mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang lebih berkelanjutan. 

”Asia Pasifik memiliki karakteristik ruang udara dan tingkat kesiapan teknologi yang beragam. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar implementasi Project 30/10 dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh negara di kawasan,” lanjut Setio.

Dihadiri Puluhan Delegasi
Untuk diketahui, pertemuan perdana ini dihadiri oleh 61 delegasi dari 18 negara, serta perwakilan organisasi internasional ICAO, International Air Transport Association (IATA), dan International Federation of Air Traffic Controllers’ Associations (IFATCA). Para peserta terdiri atas regulator penerbangan, penyelenggara layanan navigasi penerbangan (ANSP), serta pakar manajemen lalu lintas udara dari kawasan Asia Pasifik.

Para delegasi membahas penyusunan mekanisme implementasi regional guna mempercepat penerapan rekomendasi ICAO di negara-negara anggota. Pembahasan dilakukan melalui sidang pleno dan breakout session yang difokuskan pada penyelesaian berbagai isu teknis, mulai dari kesiapan teknologi, prosedur operasional, hingga koordinasi lintas batas negara.

Dalam sambutan yang disampaikan melalui Regional Officer ICAO Asia Pacific Office, Manjunath Krishna Nelli, ICAO menyampaikan harapan agar forum ini mampu menghasilkan rencana implementasi regional yang konkret dan dapat memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan keselamatan, efisiensi, kapasitas, serta keberlanjutan sistem navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

”Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rencana implementasi regional yang konkret guna memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan keselamatan, efisiensi, kapasitas, dan keberlanjutan sistem navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, masing-masing negara juga memaparkan perkembangan implementasi di wilayahnya. Indonesia menjadi salah satu negara yang menunjukkan kemajuan implementasi konsep separasi yang lebih optimal di kawasan. Di Makassar FIR, pengembangan dilakukan melalui kerja sama operasional dengan FIR Papua Nugini dan Australia serta uji coba bersama FIR Manila. Sementara di Jakarta FIR, implementasi terus dikembangkan untuk mendukung optimalisasi pelayanan penerbangan domestik maupun internasional.

Selain menghasilkan sejumlah kesepakatan awal terkait mekanisme implementasi regional, forum ini juga mendapat apresiasi dari para peserta atas kepemimpinan AirNav Indonesia dalam memfasilitasi diskusi serta mengakomodasi beragam perspektif negara anggota.

Salah satu delegasi perwakilan Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM), Nur A’fifah Binti Mansor, menyampaikan apresiasinya terhadap peran AirNav Indonesia dalam memimpin pembahasan implementasi Project 30/10.

“Malaysia sejak awal mendukung penuh AirNav Indonesia untuk memimpin APAC Project 30/10 Task Force. Kami mengapresiasi apa yang dilakukan AirNav Indonesia sebagai tuan ruah dari forum ini. Alhamdulillah, forum bisa berjalan lancar dan sukses dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Setio menambahkan, kepercayaan ICAO kepada AirNav Indonesia untuk memimpin APAC Project 30/10 Task Force sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan perdana merupakan pengakuan atas kapabilitas Indonesia dalam pengelolaan navigasi penerbangan di tingkat regional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.