Jejak Politik Riza Chalid Terbongkar! Raja Migas yang Disebut Danai Prabowo dan Anies Baswedan Saat Pilpres, Kini Lakukan Pembalasan?

Kamis, 04 Sep 2025, 10:30 WIB

JAKARTA - Riza Chalid kembali jadi bahan perbincangan panas setelah Kejaksaan Agung resmi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina pada Juli 2025. 

Bagi publik, Riza bukan sekadar pengusaha biasa. Julukan “Raja Migas” sudah melekat lama padanya, lengkap dengan reputasi sebagai sosok yang punya pengaruh besar di balik layar politik Indonesia.

Ket. Foto: Jejak politik Riza Chalid — Sumber: Istimewa

Yang bikin menarik, jejak politik Riza Chalid bukanlah kisah baru. 

Dari era Prabowo-Hatta tahun 2014, langkahnya di panggung politik selalu dikaitkan dengan aliran dana jumbo. 

Kini, publik bertanya-tanya, ke mana sebenarnya arah dukungan Riza di Pilpres 2024?

2014: Donatur Jumbo Prabowo – Hatta

Pada Pilpres 2014, Riza disebut terang-terangan mendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. 

Isu yang beredar kala itu, dana segar hingga Rp500 miliar digelontorkan. Bahkan dalam rekaman percakapan dengan Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeddin, Riza sempat menyebut dana itu bisa “dibagi dua” untuk Jokowi maupun Prabowo demi strategi main aman.

Meski laporan resmi ke KPU tak mencantumkan nama Riza, isu adanya “dana siluman” bikin publik makin yakin kalau Riza memang jadi salah satu pemain kunci di balik layar.

2019: Menarik Diri, Low Profile, Demi Strategi Licik?

Lompat ke Pilpres 2019, tiba-tiba nama Riza seperti lenyap. Tak ada bukti jelas soal dukungannya ke kubu Jokowi atau Prabowo. 

Banyak analis menilai langkah itu adalah strategi klasik pengusaha besar, tunggu dan lihat nanti. Dengan kata lain, siapa pun yang menang, Riza tetap punya akses.

2024: Muncul Isu Donatur Gelap Anies Baswedan – Muhaimin

Nah, yang bikin heboh adalah jelang Pilpres 2024. Di TikTok dan media daring, mencuat klaim bahwa Riza jadi donatur besar pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN). 

Klaim ini menyebar luas, sampai-sampai Anies merespons dengan santai lewat meme “kena terus pak” yang viral di X (Twitter).

Namun, hingga kini belum ada bukti hukum kuat soal aliran dana itu. 

Meski begitu, publik tahu persis, dukungan politik Riza hampir selalu terkait erat dengan bisnis migasnya. 

Apalagi sejak jaringan emasnya mulai goyah pasca Jokowi membubarkan Petral tahun 2015.

Politik Demi Bisnis, Bukan Ideologi

Jejak politik Riza Chalid jelas menunjukkan pola, siapa pun kandidat yang dianggap bisa membuka jalan bisnis migas, di situlah ia cenderung merapat. 

Soal ideologi? Itu urusan belakangan. Yang utama adalah kekuasaan dan keuntungan.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.