Usai Demo Besar-besaran dan Penjarahan Mereda, Akhirnya Sachroni Ditemukan Meninggal

Rabu, 03 Sep 2025, 14:38 WIB

JAKARTA – Demo besar beberapa hari lalu juga disertai penjarahan sejumlah rumah. Namun, usai aksi unjuk rasa yang meluas dan penjarahan-penjarahan, akhirnya Sachroni ditemukan meninggal dunia. Dia ditemukan tetangganya yang dikubur bersama empat kerabat lainnya. Empat korban lainnya adalah

anak kandungnya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37), serta dua cucu: Ratu Khairunnisa (7) serta Bela (10 bulan). “Saat ini, kami terus mengembangkan penyidikan.

Ket. Foto: kasus pembunuhan — Sumber: ist

Sachroni sekeluarga tinggal di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Mereka diduga menjadi korban pembunuhan. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyebutkan lima jenazah sekeluarga yang ditemukan terkubur dalam satu liang.

“Dugaan kuat, para korban adalah hasil tindak pidana pembunuhan,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, di Indramayu, Rabu (3/9). Menurutnya, temuan tersebut dibenarkan setelah mendapat laporan resmi dari Polres Indramayu, yang sudah menangani peristiwa tersebut sejak Senin (1/9).

Sebelumnya, Polres Indramayu mengamankan sejumlah barang bukti berupa cangkul, ember, serta sprei dengan bercak darah. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan, para korban sudah meninggal lebih dari dua hari.

Kemudian satu unit mobil pikap milik korban tidak ditemukan. Begitu pula dengan telepon genggam. Satreskrim Polres Indramayu masih menyelidiki dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap kasus ini.

Tim Inafis Polda Jabar bersama jajaran Polres Indramayu juga sudah olah TKP lanjutan di rumah korban, Selasa (2/9) sore. Pemeriksaan difokuskan di halaman belakang rumah. Juga titik lokasi tempat lima jenazah ditemukan terkubur di bawah pohon nangka.

Saksi Ema mengatakan, awalnya curiga karena keluarga Sachroni (salah satu korban) tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. “Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema di Indramayu, Rabu. Dia bersama seorang tetangga kemudian berinisiatif mendobrak pintu rumah sekitar pukul 17.30 WIB.

Namun, langkahnya terhenti ketika menuju halaman belakang karena bau menyengat tercium semakin kuat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. “Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ujarnya.

Ema mengaku sangat terpukul dan tidak bisa melupakan peristiwa tersebut, karena melihat kerabat dekatnya ditemukan terkubur bersamaan dengan empat korban lainnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.