Brian Yuliarto: Suara Mahasiswa Jadi Pengingat Pemerintah & Penyelenggara Negara

Selasa, 02 Sep 2025, 18:55 WIB

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan gerakan mahasiswa yang terjadi belakangan ini merupakan gerakan moral dan kompas bangsa. Ia menyebut suara mahasiswa adalah pengingat bagi pemerintah untuk lebih peka terhadap persoalan rakyat dan menjaga jalannya demokrasi.

"Gerakan aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir harus dipandang sebagai bagian dari gerakan moral dan kompas bagi bangsa serta penyelenggara negara," kata dia melalui keterangan di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Mahasiswa mendengarkan orasi saat aksi damai Aliansi Jogja Memanggil di Bundaran UGM, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (1/9). — Sumber: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Ia mengatakan penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin UUD 1945, sekaligus wujud kebebasan berpikir, berpendapat, dan berkumpul.

"Kemdiktisaintek meyakini bahwa suara mahasiswa adalah pengingat bagi semua pihak untuk menjalankan pemerintahan dengan kepekaan, empati terhadap persoalan rakyat, serta kemauan melakukan koreksi atas kebijakan yang belum sejalan dengan pemajuan kesejahteraan rakyat," katanya.

Sejak 25 Agustus 2025 hingga saat ini, Kemdiktisaintek memberi perhatian penuh pada kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, baik terkait dengan dinamika di DPR RI maupun tuntutan keadilan bagi korban demonstrasi.

"Kami berada dalam satu tarikan nafas dengan gerakan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan keadilan," ujarnya.

Ia juga menyatakan prihatin dan mengutuk penjarahan serta provokasi destruktif.

"Pada saat yang sama, saya prihatin sekaligus mengutuk keras penjarahan dan provokasi destruktif yang merusak kohesi sosial serta mengganggu ketenangan publik," kata Brian.

Ia menekankan keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas, dengan penyampaian aspirasi yang berlangsung di ruang aman, khususnya lingkungan kampus, agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, jika aksi terus dilakukan, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk merapatkan barisan dengan damai, menjaga marwah gerakan mahasiswa agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin merusak republik.

"Saya juga mengajak para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, dan menjadikan kampus sebagai contoh terbaik dalam merawat demokrasi yang sehat dan bermartabat, dengan selalu mengedepankan dialog dan langkah persuasif," demikian Brian Yuliarto.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.