Valtteri Bottas Mantap Pilih Cadillac, Tolak Godaan Alpine

Senin, 01 Sep 2025, 08:36 WIB

NEW YORK- Pembalap asal Finlandia Valtteri Bottas mengungkapkan bahwa kepindahannya kembali ke grid Formula 1 bersama Cadillac sebenarnya sudah direncanakan jauh sebelum pengumuman resmi di New York pekan ini.

Pembalap berusia 35 tahun itu baru saja menutup periode sulitnya bersama Sauber pada tahun 2024, lalu sempat menjadi pembalap cadangan Mercedes. Kini, namanya kembali menjadi sorotan bursa pebalap. Bahkan, Alpine sempat meliriknya. “Ini pekan yang gila,” ujar Bottas kepada Viaplay di Zandvoort.

Ket. Foto: Valtteri Bottas — Sumber: AFP

Bottas membenarkan bahwa negosiasi dengan Cadillac sudah berlangsung lama. “Pembicaraan pertama sebenarnya terjadi beberapa tahun lalu. Kami terus menjalin kontak sejak saat itu. Awal tahun ini kami mulai serius membicarakan proyek ini. Saat tim siap menandatangani pebalap pertama, saya pun langsung siap, dan kesepakatan tercapai,” ungkapnya.

Meski Alpine juga menaruh minat,bahkan sempat mempertimbangkan Sergio Perez sebelum akhirnya juga direkrut Cadillac, Bottas menegaskan pilihannya tak tergoyahkan. “Memang ada opsi lain, Alpine. Namun sejak awal tahun, saya sudah merasa ini akan menjadi pilihan lebih baik untuk jangka panjang. Tim ingin punya dua pebalap berpengalaman yang bisa bekerja sama, bukan hanya saling bersaing,” tegas Bottas.

Penasihat Alpine, Flavio Briatore, bahkan mengklaim tim Enstone ikut berperan menaikkan nilai Bottas di pasar. “Saya rasa Alpine membantu Bottas sedikit untuk menandatangani kontrak dengan Cadillac,” ujarnya sambil tersenyum di Zandvoort. “Kami melakukan sedikit pemasaran.”

Meski begitu, Briatore tetap memberi pujian. “Dia kurang beruntung berada di Mercedes di saat yang sama dengan Lewis, ketika Lewis benar-benar berada di puncak performanya. Senang melihat seorang pebalap berpengalaman kembali, tetapi saya sedang mencari sesuatu yang berbeda,” katanya.

Bos Mercedes, Toto Wolff, juga tak menutupi rasa kehilangan. “Toto benar-benar senang untuk saya,” kata Bottas. “Dia bilang sayang sekali saya pergi. Mereka jelas puas dengan pekerjaan saya, tapi mereka tahu saya ingin balapan lagi.”

Meski penuh antusias, Bottas sadar proyek Cadillac bukan jalan mudah. “Kita bicara soal proyek yang benar-benar baru,” katanya. “Semuanya dimulai dari nol. Itu menarik, tapi juga banyak pekerjaan menanti.

“Kami berusaha memulai musim dengan cukup baik, setidaknya membawa mobil finis dalam balapan. Tapi jelas akan butuh beberapa tahun sebelum kami bisa meraih hasil yang layak,” tutupnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.