Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kota Kupang Tata Permukiman Kumuh di Wilayah Pesisir

📅 Senin, 01 Sep 2025, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kota Kupang Tata Permukiman Kumuh di Wilayah Pesisir Doc: Antara Foto
Ket. Lokakarya "Penataan Kawasan Permukiman Kumuh di Wilayah Pesisir Kota Kupang" yang digelar Balitbangda Kota Kupang di Kupang, Senin (1/9/2025).

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan penataan kawasan permukiman kumuh khususnya di wilayah pesisir di daerah tersebut.

“Kawasan pesisir Kota Kupang menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan permukiman kumuh. Kepadatan penduduk, keterbatasan akses terhadap layanan dasar, rendahnya kualitas infrastruktur, serta faktor sosial budaya dan kelembagaan masyarakat menjadi penyebab kompleks yang membutuhkan penanganan holistik dan lintas sektor,” kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Kupang Debora Panie di Kupang, Senin.

Ia menyebutkan pada 2024, total ulasan kawasan kumuh di tiga kecamatan pesisir di Kota Kupang mencapai 43,23 hektare, dengan kategori kumuh ringan.

“Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam merumuskan kebijakan dan program penataan kawasan permukiman kumuh di wilayah pesisir,” kata Debora.

Oleh karena itu, melalui lokakarya Balitbangda mengidentifikasi akar permasalahan permukiman kumuh di wilayah pesisir dari aspek sosial budaya, kelembagaan, infrastruktur layanan dasar dan lingkungan (mitigasi risiko).

“Tujuan forum ini untuk menganalisis dampak multidimensional dari keberadaan permukiman kumuh pesisir terhadap kehidupan masyarakat dan ekosistem,” katanya.

Ia merekomendasikan intervensi fisik yang diikuti intervensi sosial budaya dan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat agar mampu mempertahankan kualitas lingkungan yang baik di wilayah pesisir.

Ia menambahkan, penataan permukiman kumuh di wilayah pesisir menjadi penting karena bagian dari perencanaan pembangunan Kota Kupang dengan konsep water front city.

Pada kesempatan sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ignasius Lega menegaskan bahwa kawasan pesisir merupakan wajah depan Kota Kupang, tempat banyak warga tinggal, bekerja, dan menggantungkan hidup.

Ia mengharapkan lokakarya tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan dan strategi penataan kawasan kumuh yang integratif dan berkelanjutan.

“Forum ini menjadi ruang yang sangat penting. Harapannya, dapat menghasilkan target yang jelas dan terukur dalam menata kawasan pesisir untuk memberikan layanan dasar kepada setiap warga,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.