Paus Leo Desak Diakhirinya Pandemi Senjata
📅 Senin, 01 Sep 2025, 02:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/Alberto PIZZOLI
VATIKAN – Pemimpin Gereja Katolik Roma seluruh dunia, Paus Leo XIV, pada Minggu (31/8) menyerukan diakhirinya pandemi senjata saat ia berdoa untuk anak-anak yang tak terhitung jumlahnya yang terbunuh oleh senjata api dan konflik secara global.
Paus Leo mengulangi seruannya di akhir doa Angelus untuk gencatan senjata di Ukraina menyusul serangan Russia di Kyiv, Ukraina, pada Kamis (28/8) lalu yang menewaskan sedikitnya 25 orang, termasuk empat anak-anak.
Dia juga mencatat penembakan baru-baru ini saat misa sekolah di Minnesota di Amerika Serikat (AS), yang menewaskan dua anak.
“Kami memasukkan dalam doa kami banyak sekali anak-anak yang terbunuh dan terluka setiap hari di seluruh dunia. Mari kita memohon kepada Tuhan untuk menghentikan pandemi senjata, besar dan kecil, yang menginfeksi dunia kita,” kata Paus dalam bahasa Inggris.
Mengenai Ukraina, Paus Leo mengatakan ia mendesak dunia untuk tidak menyerah pada ketidakpedulian dan memperbarui seruannya yang terus-menerus untuk segera melakukan gencatan senjata dan komitmen serius terhadap dialog.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sudah waktunya bagi mereka yang bertanggung jawab untuk meninggalkan logika senjata dan memulai jalur negosiasi dan perdamaian, dengan dukungan komunitas internasional,” kata Paus.
“Suara senjata harus dibungkam, dan suara persaudaraan dan keadilan harus ditegakkan,” imbuh pemimpin Gereja Katolik Roma seluruh dunia itu.
Kematian Migran
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus Leo juga mengenang kematian setidaknya 69 orang dan hampir 100 orang yang masih hilang di lepas pantai Mauritania ketika sebuah kapal yang membawa migran terbalik.
Sejauh ini, tujuh belas orang telah diselamatkan, dan para penyintas mengatakan kapal tersebut meninggalkan Gambia enam hari sebelum tenggelam pada Selasa (26/8) lalu.
“Tragedi mematikan ini terulang setiap hari di seluruh dunia,”ungkap Paus.
“Marilah kita berdoa agar Tuhan mengajar kita, sebagai individu maupun sebagai masyarakat, untuk sepenuhnya mengamalkan sabda-Nya: ‘Aku seorang asing dan kamu menerima Aku’.”
Sebagai penutup, Paus berdoa bagi setiap orang yang telah meninggal. "Kita mempercayakan semua yang terluka, hilang, dan meninggal, di mana pun, kepada pelukan kasih juru selamat kita," pungkas Paus. AFP/VaticanNews/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!