Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3,9 Ton Daging Ayam Ilegal di Bakauheni Dimusnahkan Karantina Lampung

📅 Senin, 01 Sep 2025, 18:03 WIB | Oleh:
3,9 Ton Daging Ayam Ilegal di Bakauheni Dimusnahkan Karantina Lampung Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
Ket. Petugas Karantina Lampung bersama TNI, Polri dan Dinassaat melakukan pemusnahan daging ayam ilegal yang tidak dilengkapi dokumen pendukung di Bakauheni.

LAMPUNG SELATAN - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Lampung) memusnahkan sebanyak tiga ton daging ayam ilegal yang tidak dilengkapi dengan dokumen lengkap di Kecamatan Bakauheni, Lampung.

Kepala Karantina Lampung Donni Muksydayan di Bakauheni, Senin, mengatakan pemusnahan tersebut dilakukan menyusul keberhasilan Balai Karantina Lampung dalam menggagalkan pengiriman daging ayam tanpa dokumen resmi asal Cakung, Jakarta Timur, dan Tangerang, Banten, yang hendak dibawa ke Kabupaten Tulang Bawang di Pelabuhan Bakauheni.

"Iya, kenapa dimusnahkan karena ini daging ayam yang masuk ke Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni, yang tidak dilaporkan dan dilengkapi dengan dokumen lengkap sehingga kami tidak bisa menjamin kesehatan dari daging tersebut," kata dia.

Menurutnya, pemasukan ilegal komoditas ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat serta mengancam ekosistem di Provinsi Lampung.

Oleh karena itu ia menjelaskan petugas Karantina Lampung terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap semua kendaraan yang masuk ke wilayah Lampung, terutama dalam hal pemasukan produk hewani.

Hal itu, lanjut dia, bertujuan memastikan bahwa hanya produk yang aman dan telah memenuhi syarat yang dapat beredar di pasar.

"Alat angkut pembawa daging yang tidak berpendingin menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan daging. Tanpa kontrol suhu yang memadai, kualitas daging lebih rentan menurun dan lebih cepat busuk," ujar dia.

Menurut dia, keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti koordinasi dan pengawasan yang intens antara petugas Karantina Lampung dan Karantina Banten dapat meminimalisir potensi ancaman terhadap kesehatan masyarakat serta memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang berusaha melakukan pemasukan komoditas ilegal.

"Penyelundupan daging ayam secara ilegal pada 27 dan 28 Agustus. Dalam dua kejadian terpisah petugas mengamankan total lebih dari 3,9 ton daging ayam dan jeroannya yang tidak dilengkapi dokumen karantina yang sah," ucapnya.

Pihaknya berkomitmen menjamin bahwa produk pangan hewani yang beredar memenuhi prinsip ASUH  yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

"Penindakan yang kami lakukan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga keamanan dan kesehatan produk hewani, khususnya pangan yang mana berkaitan dengan kesehatan masyarakat," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Xi Jinping Kunjungi Korut

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Kunjungi Korut
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.