Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sistem Penanganan Stroke Primaya Hospital Dapat Status Code Stroke dari WSO

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 18:32 WIB | Oleh:
  Sistem Penanganan Stroke Primaya Hospital Dapat Status Code Stroke dari WSO Doc: Primaya Hospital
Ket. Primaya Hospital mendapat pengakuan dari WSO sebagai rumah sakit dengan layanan Code Stroke, yaitu sistem penanganan stroke dalam golden period kurang dari 4 jam. Kecepatan menjadi faktor kunci dalam mencegah kecacatan permanen sekaligus menyelamatkan leb

JAKARTA - Primaya Hospital Bekasi Timur (PHBT) terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan rujukan dengan meluncurkan layanan unggulan terbarunya, yaitu Cardiovascular Center dan memperkuat Brain & Spine Center. Kehadiran kedua layanan ini semakin menegaskan komitmen PHBT untuk menghadirkan solusi kesehatan yang menyeluruh, modern, dan berkualitas bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

Brain & Spine Center PHBT kini semakin diperkuat dan menjadi one stop solution untuk penanganan penyakit otak, saraf, dan tulang belakang. Layanan ini didukung oleh alat diagnostik lengkap seperti EEG, EMG, TCD, dan IOM, fasilitas modern, serta tim dokter spesialis bersertifikasi.

Atas komitmen tersebut, Primaya Hospital Bekasi Timur mendapat pengakuan dari World Stroke Organization (WSO) sebagai rumah sakit di Bekasi dengan layanan Code Stroke, yaitu sistem penanganan stroke dalam golden period kurang dari 4 jam. Kecepatan ini menjadi faktor kunci dalam mencegah kecacatan permanen sekaligus menyelamatkan lebih banyak nyawa.

 Selain Brain & Spine Center, pada kesempatan yang sama Primaya Hospital Bekasi Timur (PHBT) juga meresmikan Cardiovascular Center dengan layanan yang lebih komprehensif bagi pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Pusat layanan ini didukung oleh dokter spesialis jantung serta dokter konsulen berpengalaman dalam berbagai bidang, mulai dari intervensi kardiovaskular, bedah vaskular yang mencakup tindakan Endovenous Laser Ablation (EVLA), bypass pembuluh darah, peripheral artery bypass, dialysis access surgery, hingga penanganan trauma pembuluh darah.

Layanan ini juga meliputi bedah toraks kardiak untuk operasi tumor paru dan mediastinum, penanganan trauma dada, operasi kelainan dinding dada, VATS (Video Assisted Thoracoscopic Surgery), bedah jantung koroner (CABG/bypass jantung), bedah katup jantung, hingga operasi kelainan jantung bawaan.

 “Kehadiran Cardiovascular Center dan penguatan Brain & Spine Center ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjawab tantangan kesehatan di Indonesia, khususnya stroke dan penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian tertinggi,” ujar Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Meizar Rizaldi, Med.Ked.Klin, FISQua, pada hari Kamis (28/8).

Stroke dan Jantung Paling Banyak Dikeluhkan

Ia menerangkan, di PHBT sendiri penyakit Stroke dan Jantung masuk dalam 10 penyakit terbesar paling banyak dikeluhkan. Dengan dukungan teknologi terkini, dokter-dokter subspesialis berpengalaman, serta pelayanan yang terintegrasi, rumah sakit ini ingin memberikan solusi kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan menyeluruh bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

“Harapan kami, layanan ini dapat berkontribusi menurunkan angka kesakitan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya,” ungkapnya.

Tidak hanya unggul dari sisi tenaga medis, PHBT juga menghadirkan teknologi catheterization laboratory (cathlab) modern untuk menunjang tindakan diagnostik maupun intervensi, termasuk Coronary Angiography (CAG) dan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), sehingga pasien dapat memperoleh layanan yang lengkap tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.

Di Indonesia, stroke menjadi masalah kesehatan publik serius di Indonesia. Dari data Riskesdas 2023, prevalensi stroke mencapai 8,3% artinya setiap 100 penduduk, sekitar 8 orang mengidap stroke. Selain itu, data IHME (2019) mencatat stroke menyumbang 19,42% dari total kematian di Indonesia.

Beban ekonomi akibat stroke pun sangat besar pendanaan mencapai Rp 5,2 triliun pada 2023 menempatkannya sebagai salah satu penyakit tidak menular paling membebani sistem kesehatan nasional. Stroke juga menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang dan berdampak signifikan terhadap produktivitas masyarakat.

 Sama halnya dengan stroke, serangan jantung dan hipertensi yang menjadi epidemi di Indonesia. Kurang lebih 17.7% kematian di indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah, dengan adanya cathlab dan ICCU sebagai fasilitas penunjang untuk tindakan jantung intervensi bisa menjadi penyedia fasilitas kesehatan yang lengkap karena tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.