Revitalisasi Tambak Pantura Motor Penggerak Budidaya Tilapia
Minggu, 31 Agu 2025, 11:18 WIBJAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong produk tilapia Indonesia menembus pasar global. Upaya tersebut diwujudkan melalui program revitalisasi tambak Pantura Jawa Barat yang diproyeksikan menjadi motor penggerak budidaya tilapia berkelanjutan.
Sebagai upaya mendorong peningkatkan produksi sekaligus perluasan pasar tilapia, KKP turut mendukung pelaksanaan Outlook Tilapia Indonesia 2025 bertemakan âBudidaya Ramah Lingkungan & Hilirisasi Tilapia Perluas Pasar Globalâ di Kantor KKP, Kamis 28 Agustus.
âKita ingin tilapia Indonesia hadir di pasar global bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga branding akan terus kita dorong bersama seluruh pemangku kepentingan,â ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu di Jakarta, Sabtu (30/8).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kemenko Pangan, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, serta pemerintah daerah, dengan fokus membahas langkah strategis diantaranya program revitalisasi tambak Pantura, penerapan budidaya ramah lingkungan, peningkatan mutu induk dan benih, sertifikasi, penguatan branding, hingga stabilisasi harga hasil panen.
Menurut Dirjen Tebe, terdapat sekitar 78.550 hektare tambak idle lebih dari 30 tahun yang masih dikelola secara tradisional tanpa tandon dan IPAL, dengan produktivitas rendah (rata-rata 0,6 ton/ha/tahun). Melalui revitalisasi, KKP menargetkan pengelolaan 20.000 hektare tambak modern dengan konsep integrasi dan keberlanjutan, mencakup pembangunan tandon, IPAL, rekonstruksi kolam, penggunaan benih unggul, pakan berkualitas, serta pemanfaatan teknologi terkini.
Geliat ekonomi dan teknologi budidaya
Direktur Ikan Air Laut, Ikhsan Kamil, menambahkan program revitalisasi akan berfokus pada Budi Daya Terintegrasi (Integrated Tilapia Farming) yaitu hulu â on farm â hilir dalam satu ekosistem yang terintegrasi, berkolaborasi dengan private sektor, pemerintah daerah masyarakat pengarap dan industri pendukung. Setiap kabupaten akan dikembangkan melalui sistem kluster budidaya modern dan mandiri yang dilengkapi dengan dengan industri hulu dan hilir seperti hatchery untuk penyediaan benih unggul, pabrik pakan, pabrik pengolahan, cold chain facilities, dan industri lain. âTarget luasan per klaster ±1000 ha,â jelasnya.
Industri yang akan tumbuh dari kegiatan revitalisasi ini berupa penyediaan induk, sarana budidaya seperti plastik HDPE, kincir, pompa, pakan, obat-obatan, hingga dukungan industri hilir untuk memperluas pasar ekspor maupun memperkuat konsumsi domestik.
Program revitalisasi ini juga menerapkan manajemen berbasis teknologi yang terkini, seperti silo autofeeder, wave-breaker, hingga root blower. Tahapan budidaya dilakukan mulai dari pendederan awal (0,2â5 gr), pendederan akhir (5â100 gr), hingga pembesaran (100â1.000 gr).
Revitalisasi dengan komoditas nila salin ini berorientasi pada produksi tilapia premium berstandar ekspor, dengan ukuran panen 1 kg per ekor, guna memenuhi kebutuhan pasar global.
Revitalisasi Tambak Ikan di Pantura Jawa Barat ini dilaksanakan pada areal yang skema pengelolaannya berupa Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 274 Tahun 2025, dengan total luas 20.413,25 hektare yang tersebar di 4 kabupaten di Jawa Barat yaitu di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.
Ketua Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI), Alwi Tunggul Prianggolo, menegaskan bahwa revitalisasi tambak Pantura menjadi momentum penguatan nila sebagai komoditas industri. âKami mendorong hasil panen diarahkan ke industri pengolahan sehingga menghasilkan fillet berdaya saing global, dengan tetap melibatkan pembudidaya lokal,â ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan program revitalisasi tambak Pantura diyakini mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi nila salin sebagai komoditas bernilai tinggi di pasar domestik maupun global.
- Nelayan Pantura
- Tambak
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
- Revitalisasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KKP Buka Jalan! Ikan dari KNMP dan Budidaya Tematik Masuk SPPG hingga Ritel Modern
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
KKP Awasi Ketat Pemanfaatan Ruang Laut Kawasan Kura-Kura Bali
-
Tak Berizin, KKP Hentikan Sementara Operasional Resor Milik WNA di Pulau Maratua Kaltim
-
Perangi Pencurian Ikan Lintas Negara! KKP Gaspol Latih Pengawas Perikanan se-Asia
-
Kabar Baik Buat Investor! KKP Jamin Izin Pemanfaatan Laut Lebih Cepat dan Jelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.