Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nyeri Saat Kencing? Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih yang Mengancam Pria Usia 40-an

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 11:20 WIB | Oleh:
Nyeri Saat Kencing? Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih yang Mengancam Pria Usia 40-an Doc: B-Sign
Ket. Ilustrasi.

JAKARTA - Infeksi saluran kemih (ISK) kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan yang mengancam wanita saja, namun rupanya kondisi ini juga bisa dialami oleh pria terutama yang usia di atas 40 tahun.

“ISK lebih jarang terjadi pada pria muda karena uretra yang lebih panjang dan aksi antibakteri cairan prostat, tetapi insidennya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada pria di atas 40 tahun. Bahkan pria muda kini mulai melaporkan ISK, biasanya karena gaya hidup yang sibuk, dehidrasi, konsumsi suplemen berlebihan, dan kebersihan yang buruk," ujar Dr. Arun Balakrishnan, Kepala Ahli Urologi, Ahli Bedah Robotik, dan Ahli Onkologi Uro di Asian Institute of Nephrology and Urology (AINU) dikutip dari Hindustan Times, Sabtu.

Pria dapat terkena infeksi saluran kemih karena beberapa faktor yang meliputi pembesaran prostat yang berkaitan dengan kondisi usia yang sering menekan saluran kemih sehingga sebagian kosong dan menjadi habitat bagi bakteri.

Kemudian diabetes dan gula darah tinggi, kadar glukosa yang tidak terkontrol mendorong pertumbuhan bakteri dan melemahkan imun.

Batu ginjal menghambat saluran kemih menyebabkan infeksi lebih sering dan lebih sulit diatasi.

Imunitas tubuh yang menurun akibat penuaan, penyakit kronis, merokok, stres dan kurang tidur turut mengganggu kemampuan tubuh melawan infeksi.

Gaya hidup seperti dehidrasi, minum berlebihan hingga diet tinggi protein mampu meningkatkan risiko ISK.

Kemudian gejala ISK pada pria yang disalah artikan sebagai kondisi yang biasa menyebabkan pria enggan memeriksakan diri, alhasil kondisi pun parah dan pria baru menyadari ketika infeksi lebih parah.

Adapun ciri-ciri ISK pada pria yakni sering buang air kecil, terutama pada malam hari, rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, urine keruh, busuk atau berdarah.

Kemudian nyeri panggul atau perut bagian bawah, dan kasus infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan demam atau menggigil atau sakit punggung.

Dokter Balakrishnan pun menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urinologi bila mengalami gangguan di atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.