Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Hati-hati! Gas Air Mata, Inilah Dampak Akut dan Kronik Menurut Dokter Paru Indonesia

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Awas Hati-hati! Gas Air Mata, Inilah Dampak Akut dan Kronik Menurut Dokter Paru Indonesia Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
Ket. Anggota Kepolisian menembakan gas air mata saat berusaha membubarkan aksi 25 Agustus 2025 di Pejompongan, Jakarta, Senin (25/8). Aksi tersebut berakhir ricuh.

JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat tentang dampak gas air mata secara akut hingga kronik bila terkena dalam jangka panjang.

"Pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," kata dia di Jakarta, Minggu (31/8).

Secara umum, gas air mata dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata dan paru serta saluran napas.

Gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi dan sesak napas. Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas.

20250831175409_Aksi-28-Agustus-2025-28082025-gp-3.jpeg

Pengunjuk rasa menghindari tembakan gas air mata dari anggota Kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8). Antara/Galih Pradipta

"Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas," katanya.

Lalu, selain di saluran napas maka gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Kemudian, pandangan kabur, kesulitan menelan dan dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi.

Tjandra menyampaikan dampak tersebut karena beberapa bahan kimia yang digunakan pada gas air mata dapat saja dalam bentuk "chloroacetophenone" (CN), "chlorobenzylidenemalononitrile" (CS), "chloropicrin" (PS), "bromobenzylcyanide" (CA) dan" dibenzoxazepine" (CR).

Adapun dampak gas air mata akan tergantung pada tiga hal. Yakni seberapa besar dosis gas yang terkena pada seseorang, makin besar paparannya tentu akan makin buruk akibatnya.

20250831175321_IMG-20250831-WA0002_2.jpeg

Pemulung pamerkan bekas selongsong gas air mata yang dia dapati di kawasan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (31/8). (Antara/Chairul Rohman)

Kemudian, tergantung dari kepekaan seseorang terhadap bahan di gas itu serta kemungkinan ada gangguan kesehatan tertentu pada mereka yang terpapar.

Selain itu, dampak tergantung dari paparan ada di ruang tertutup atau ruang terbuka. Demikian juga bagaimana aliran udara yang membawa gas beterbangan, apakah ada kebetulan ada angin kencang ketika ada gas air mata dan lainnya.

Sementara itu, gas air mata belakangan ini menjadi alat yang digunakan polisi untuk membantu membubarkan massa aksi unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta dan daerah lainnya termasuk di depan Gedung DPR pada Senin (25/8), Kamis (28/8) serta Mako Brimbob, Kwitang pada Jumat (29/8). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.