Sopir Rantis Brimob: Kalau Saya Berhenti, Habis! Tapi Dia Tak Berhenti Matilah Ojol. Penyidik Jangan Terkecoh

Jumat, 29 Agu 2025, 17:21 WIB

JAKARTA – Ada pengkuan aneh sopir kendaraan taktis (rantis) Brimob. Menurutnya, dia tidak berhenti karena takut dihabisi massa. “Kalau saya berhenti, habis, Pak,” begitu pengakuan sopir rantis Brimob yang kini tengah diperiksa Divisi Propam Polri bersama enam rekannya.

Tujuh anggota Brimob diamankan setelah melindas driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) menggunakan rantis saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, diperiksa Divisi Propam Polri, Jumat (29/8).

Ket. Foto: Tujuh Brimob jalani pemeriksaan — Sumber: ist

Ungkapan sopir rantis Brimob itu aneh karena dia lupa dengan tidak berhenti, maka dia melindas Affan. Jadi, apakah menyelamatkan diri dengan melindas sopir ojol, bisa menjadi alasan? Sebenarnya, dia mestinya tahu bahwa dalam situasi keramaian tidak boleh mengendarai mobil dengan berkecepatan tinggi. Harusnya kan mengurangi kecepatan, bukan ngebut.

Cara berpikir dia lari untuk menyelamatkan diri tak bisa dibenarkan karena dia lalu melindas begitu saja ojol yang tengah terjatuh. Sopir sebenarnya bisa menghindari pelindasan kalau mau mengurangi kecepatan. Penyidik tak boleh terkecoh dengan ucapan “kalau berhenti habis” karena itu berarti dia cari selamat tapi tak peduli nyawa ojol.

Sebelumnya, pada siang hari tadi, ratusan demonstran merangsek maju ke gerbang Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat siang sekitar pukul 13.50 WIB. Pergerakan massa tersebut diikuti lemparan botol air mineral, petasan dan benda lainnya ke dalam markas Brimob tersebut

Awalnya, massa dapat ditahan personel TNI di sisi kiri markas. Namun, ternyata sejumlah pengemudi ojek daring dan warga sudah berada di sisi kiri dan seberang markas.

Para demonstran perlahan mendekat sambil meneriaki yel-yel dan sumpah serapah. Massa masuk melalui jalan kecil dari arah kawasan Cikini dan mereka bergerak maju sambil meneriaki personel Brimob yang berjaga di dalam markas komando.

Hingga pukul 14.10 WIB suara ledakan petasan dan kembang terus meletus dan diarahkan ke dalam Mako Brimob. Sementara itu, personel TNI masih berjaga melakukan imbauan agar demonstran tidak melakukan pelemparan.

Meski sempat berdialog dan mundur sejenak, ratusan massa yang terdiri dari warga dan pengemudi ojek online (ojol) itu kembali melanjutkan aksi dan menyampaikan aspirasi mereka. Demonstrasi tersebut merupakan respons atas kematian seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob berjenis Barracuda pada Kamis (28/8) malam.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.