Kasus Phishing Singapura Turun, Waspada Jebakan AI

Kamis, 02 Jul 2026, 16:51 WIB

SINGAPURA- Singapura melaporkan lebih sedikit kasus phishing pada tahun 2025, tetapi pihak berwenang memperingatkan bahwa penurunan tersebut mungkin tidak mencerminkan skala sebenarnya dari ancaman tersebut mengingat kecerdasan buatan (AI) membuat phishing dan penipuan semakin meyakinkan.

Menurut laporan Lanskap Siber Singapura (Singapore Cyber Landscape) 2025/2026 yang dirilis Badan Keamanan Siber (Cyber Security Agency/CSA) pada Selasa (30/6), sekitar 4.800 upaya phishing dilaporkan CSA ke Singapura pada 2025, turun 21 persen dari 6.100 pada 2024 dan 44 persen dari puncaknya pada 2022, yakni 8.500 upaya phishing,

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Roslan Rahman/Getty Images

Namun, badan tersebut mengatakan angka yang dilaporkan kemungkinan besar tidak mencerminkan sepenuhnya skala aktivitas phishing, karena banyak insiden yang tidak dilaporkan, terutama jika tidak mengakibatkan kerugian finansial.

"AI juga mengubah operasi phishing dan scam dengan memungkinkan pelaku kejahatan membuat umpan phishing yang meyakinkan dalam skala besar, membuat tiruan suara dan video deepfake yang realistis, serta mengembangkan alat yang mampu melewati autentikasi multifaktor," kata CSA.

Sektor perbankan dan jasa keuangan masih menjadi industri yang identitasnya paling sering dipalsukan selama empat tahun berturut-turut, mencakup 70 persen dari seluruh upaya phishing yang dilaporkan.

Berdasarkan kasus-kasus yang dilaporkan pada 2025, pelaku kejahatan siber paling sering menyamar sebagai lembaga keuangan Jepang yang kemungkinan besar tidak dikenal oleh sebagian besar konsumen di Singapura, ungkap badan tersebut.

Entitas pemerintah dan logistik menempati urutan berikutnya sebagai sektor yang paling sering dipalsukan identitasnya.Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.