Sentimen Demo Hantam Pasar, IHSG Kehilangan Tenaga

Jumat, 29 Agu 2025, 13:25 WIB

JAKARTA - IHSG mengalami tekanan dan ditutup melemah akibat sentimen negatif dari aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik strategis. 

Ketidakpastian sosial-politik membuat investor cenderung bersikap defensif dengan mengalihkan portofolio ke aset yang lebih aman, sehingga tekanan jual meningkat pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan dan infrastruktur. 

Ket. Foto: Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia. — Sumber: Antara.

Kondisi ini menambah beban pasar yang sebelumnya sudah tertekan oleh faktor eksternal, seperti tren pelemahan rupiah dan kekhawatiran atas arah kebijakan suku bunga global. 

Dengan demikian, pelemahan IHSG mencerminkan sensitivitas pasar terhadap dinamika domestik sekaligus mempertegas pentingnya stabilitas sosial dan politik bagi keberlanjutan iklim investasi.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat, terimbas adanya aksi demonstrasi selama dua hari ini.

IHSG tercatat anjlok 156,44 poin atau 1,97 persen ke posisi 7.795,64 pada perdagangan Jumat pukul 10.11 WIB di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini," ujar Nafan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Selain tren musiman, Nafan mengatakan bahwa kondisi politik dan keamanan dalam negeri telah berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini.

Secara histori, ia menjelaskan kinerja IHSG periode September selama lima tahun terakhir rata-rata tergolong bearish (tren penurunan), kemudian, nantinya periode Oktober hingga Desember akan masuk bullish (tren penguatan).

"Meskipun demikian, apabila IHSG konsisten diperdagangkan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar," ujar Nafan.

Sebetulnya, dari mancanegara, Nafan mengatakan optimisme pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada September 2025 telah menopang penguatan IHSG.

"Secara umum, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan membuat optimisme penurunan suku bunga The Fed pada September terbuka lebar," ujar Nafan.

Aksi demonstrasi telah dilakukan sejak Kamis (28/8/2025), yang berlokasi di depan Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, kemudian berlanjut sampai malam hari.

Aksi demonstrasi berakhir ricuh dan terus berlangsung di beberapa lokasi hingga Jumat pagi ini, terutama setelah adanya kejadian yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.