Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buntut Tewasnya Affan Kurniawan, Asosiasi Ojol Minta Pemerintah Lindungi Keselamatan Pengemudi

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Buntut Tewasnya Affan Kurniawan, Asosiasi Ojol Minta Pemerintah Lindungi Keselamatan Pengemudi Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah pengemudi ojek daring berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono meminta pemerintah memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek daring yang kerap bekerja di jalanan dan rawan terjebak di lokasi konflik massa.

Hal ini dia sampaikan menyusul meninggalnya seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8).

"Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh pengemudi ojek online di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Garda Indonesia. Affan Kurniawan bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan," kata Igun di Jakarta, Kamis.

Dia lalu menghimbau rekan-rekan ojek online seluruh Indonesia untuk mengadakan doa bersama di masing-masing daerah dan tabur bunga simbol berduka.

Lalu, untuk menghindari tragedi serupa di kemudian hari, dia meminta rekan-rekan pengemudi ojek online untuk menahan diri agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Igun lalu menyampaikan, pihaknya juga meminta pemerintah membentuk tim gabungan pencari fakta dan independen untuk mengusut tuntas tindakan yang menyebabkan tewasnya Affan.

Selain itu, meminta transparansi dan akuntabilitas dari Kepolisian Republik Indonesia terkait kronologi peristiwa yang menewaskan Affan.

Kemudian, meminta pemerintah menghukum para pelaku yang lalai ataupun dengan sengaja melakukan pelindasan terhadap korban agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Dia juga menyerukan solidaritas nasional dari seluruh pengemudi ojek online dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini sampai tuntas, demi tegaknya keadilan bagi korban.

"Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa nyawa rakyat tidak boleh menjadi korban akibat kelalaian, Negara harus hadir melindungi, bukan mencederai," ujar Igun.

Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan akan mengawal kasus kematian pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob hingga tuntas.

Anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam mengatakan, sudah bertemu dengan keluarga korban, dan mereka meminta keadilan atas tewasnya pengemudi ojol saat demo yang berakhir ricuh tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Buruan War Tiket Kereta Api, Ada Potongan 30 Persen

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Buruan War Tiket Kereta Api...
Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...
Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...
Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.