Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sapi Merah Putih, Amunisi Baru RI Perkuat Industri Peternakan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 23:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sapi Merah Putih, Amunisi Baru RI Perkuat Industri Peternakan Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas.
Ket. Sekretaris Kementerian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti (kedua dari kanan) dalam Media Briefing Peluncuran Sapi Merah Putih di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

JAKARTA – Pengembangan sapi perah di dalam negeri memiliki nilai strategis karena dapat mengurangi ketergantungan pada impor susu yang selama ini masih tinggi.

Dengan populasi penduduk yang besar dan tren konsumsi produk olahan susu yang terus meningkat, peluang pasar domestik sangat luas.

Namun, tantangan utama terletak pada produktivitas sapi yang masih rendah, keterbatasan bibit unggul, serta efisiensi rantai pasok dan distribusi.

Karena itu, penguatan ekosistem hulu hingga hilir, termasuk dukungan teknologi peternakan modern, kemitraan dengan industri pengolahan susu, serta insentif bagi peternak lokal, menjadi kunci untuk menjadikan sektor sapi perah sebagai pilar ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.

Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Teni Widuriyanti mengatakan pihaknya dan PT Moosa Genetika Farmindo meluncurkan Program Sapi Merah Putih di Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (29/8).

“Kerja sama ini sebetulnya adalah lanjutan dari nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) yang kita siapkan bersama antara pemerintahan dan stakeholders, dalam hal ini Moosa, sebagai salah satu yang menggunakan sapi genomik,” kata Teni Widuriyanti dalam Media Briefing Peluncuran Sapi Merah Putih di Gedung Bappenas Jakarta, Kamis (28/8).

Program Sapi Merah Putih merupakan program peningkatan genetik yang dirancang untuk memperkuat industri sapi perah Indonesia dengan fokus pada sistem peternakan rakyat.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas menjadi inisiator dari program ini, mengingat dirinya juga merupakan akademisi di bidang agribisnis dan guru besar di IPB.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan sapi perah yang lebih produktif dan tangguh terhadap kondisi tropis, dengan memanfaatkan plasma nutfah lokal yang telah beradaptasi.

Teni menyampaikan bahwa Bappenas memberikan dukungan terhadap PT Moosa dan IPB yang telah berkolaborasi dalam rangka mengembangkan sapi unggul.

“Kerja sama ini dilakukan beberapa waktu dan tidak dalam waktu cepat juga disiapkan. Di dalam konteks kerja sama pembangunan nasional, utamanya adalah mendukung program swasembada pangan dan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ucap Sesmen.

Dirinya menilai kerja sama Bappenas dengan PT Moosa dan IPB sangat strategis karena bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik sapi lokal di Indonesia.

“Jadi basisnya sapi lokal di Indonesia melalui bioteknologi reproduksi molekuler yang modern, mendukung peningkatan produksi pangan hewani, terutama susu sapi dalam negeri,” ungkap dia.

Beberapa hal menjadi poin utama dalam kerja sama antar berbagai pemangku kepentingan tersebut ialah pengembangan dan pemanfaatan teknologi genetika sapi lokal, peningkatan kapasitas SDM dan ekosistem pendukung pengembangan Pedet Sapi Merah Putih, pengembangan proyek percontohan berbasis tematik, holistik, integratif dan spasial, pertukaran dan pemanfaatan data, hingga kegiatan lain untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.