- Home
-
- Luar Negeri
-
- Peneliti Tiongkok Sukses T...
Peneliti Tiongkok Sukses Transplantasi Paru-Paru Babi pada Pasien Manusia
Kamis, 28 Agu 2025, 01:00 WIBBeijing - Peneliti dari Tiongkok berhasil melakukan transplantasi paru-paru babi ke tubuh manusia menandai kesuksesan xenotransplantasi paru-paru atau penggunaan organ hewan pada manusia yang pertama sepanjang sejarah.
"Paru-paru adalah organ yang kompleks untuk ditransplantasikan, tetapi operasi ini menjadi langkah menuju uji klinis," menurut laporan Nature pada Selasa (26/8).
Seperti dikutip dari Antara, Penerima, seorang pria berusia 39 tahun di Tiongkok yang mengalami mati otak (brain dead), menerima paru-paru yang telah menjalani enam modifikasi genetik untuk meningkatkan kompatibilitas dengan manusia.
Organ tersebut tetap berfungsi dan layak selama sembilan hari di dalam tubuhnya tanpa tanda-tanda penolakan hiperakut atau infeksi.
He Jianxing, penulis koresponden studi tersebut, mengatakan bahwa dengan meningkatnya permintaan global akan transplantasi organ, xenotransplantasi dianggap sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi kekurangan donor.
Dia mengatakan pencapaian ini menandai langkah penting dalam pengembangan xenotransplantasi paru-paru.
"Studi ini menandai tonggak sejarah dalam bidang kedokteran translasional," kata Beatriz Dominguez-Gil, Direktur Organisasi Transplantasi Nasional.
Paling Sulit
Sejauh ini, sedikitnya enam orang di Tiongkok dan Amerika Serikat telah menerima organ babi yang sudah disunting genomnya, termasuk jantung, ginjal, hati, dan timus.
Dominguez-Gil menyoroti pentingnya terobosan ini, seraya menekankan bahwa paru-paru sangat sulit untuk ditransplantasikan karena keseimbangan fisiologisnya yang sangat sensitif.
Paru-paru menerima aliran darah yang sangat tinggi dan terus-menerus terpapar udara sekitar, sehingga membuatnya sangat rentan.
"Paru-paru merupakan organ yang paling sulit untuk ditransplantasikan," kata Muhammad Mohiuddin, seorang ahli bedah dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore, yang pada 2022 lalu memimpin transplantasi jantung babi pertama ke dalam tubuh manusia yang masih hidup.
"Saya mengapresiasi upaya mereka," katanya seperti dikutip oleh Nature. "Ini menjadi langkah pertama" menuju xenotransplantasi paru-paru, penggunaan organ hewan pada manusia.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.