Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenbud Giring Ganesha: DAK Non-Fisik 2026 Dukung Peningkatan Layanan Museum

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 22:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenbud Giring Ganesha: DAK Non-Fisik 2026 Dukung Peningkatan Layanan Museum Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola museum lewat program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik tahun 2026.

“Saya melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana museum-museum tata kelolanya masih sangat jauh dari standar, memang ada beberapa yang sudah bagus, dan ini yang akan kita perbaiki melalui DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Giring dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. 

DAK Non-Fisik 2026 direncanakan sebesar Rp150 miliar, yang akan dialokasikan kepada 111 museum dan 29 taman budaya di berbagai daerah.

Fokusnya adalah pada program-program non-infrastruktur, seperti peningkatan kapasitas SDM, penguatan konten pameran, serta pelibatan komunitas budaya lokal.

Giring menyebut alokasi dana tersebut penting, untuk memperkuat peran museum dan taman budaya sebagai ruang edukasi dan ekspresi budaya masyarakat.

“Masih banyak museum yang hanya menaruh artefak tanpa narasi, tanpa informasi dasar seperti umur atau konteks sejarah. Bahkan ada yang AC-nya tidak menyala, fasilitasnya berdebu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tata kelola seperti ini membuat museum kehilangan fungsi edukatif dan sekadar menjadi gudang barang bersejarah.

Wamenbud juga membagikan pengamatannya di lapangan, bahwa masih terdapat ruang untuk peningkatan dalam penyajian koleksi museum agar lebih komunikatif dan mendidik.

Lebih lanjut, DAK Non-Fisik ini dirancang untuk mendukung pemajuan kebudayaan, pembelajaran berkualitas, serta penguatan identitas dan ekonomi kreatif.

Museum dan taman budaya diharapkan dapat menjadi ruang publik yang ramah, inklusif, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Kementerian juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan DAK sebelumnya. Beberapa tantangan yang diidentifikasi, seperti keterbatasan SDM dan koordinasi lintas sektor, kini menjadi dasar perbaikan kebijakan alokasi ke depan.

“Langkah korektif akan kami lakukan, termasuk peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan komunitas budaya,” tambahnya.

Dengan arah kebijakan ini, pemerintah optimistis bahwa museum dan taman budaya akan semakin optimal dalam mendukung pembangunan kebudayaan nasional.

Komisi X DPR menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha di Ruang Komisi X, Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Raker tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani membahas RKA K/L tahun 2026 Kementerian Kebudayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.