Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keindahan Saturnus Tak Tampak Lagi. Mengapa Cincinnya Menghilang?

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 07:39 WIB | Oleh:
Keindahan Saturnus Tak Tampak Lagi. Mengapa Cincinnya Menghilang? Doc: A. SIMON dan M.H. WONG
Ket. Foto yang dirilis Wide Field Camera 3 Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA/ESA menunjukkan pengamatan Saturnus pada 20 Juni 2019 saat planet tersebut berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi tahun ini, sekitar 1,36 miliar kilometer.

PADA tahun 2032, cincin-cincin tersebut akan berada dalam kondisi terbaiknya kembali selama periode kemiringan maksimumnya jika dilihat dari Bumi.

Sejak akhir Maret 2025 cincin ikonis Saturnus akan tampak “menghilang” dari pandangan. Hilangnya cincin ini akan berlangsung lama setidaknya hingga tahun 2032. Tahun itu lingkaran  tipis ini akan muncul kembali seperti semula.

Bagaimana cincin Saturnus bisa terjadi? Setiap 13 hingga 15 tahun, posisi cincin planet ini sejajar sempurna dengan garis pandang manusia di Bumi. Hal ini membuatnya tampak hampir tak terlihat oleh pengamat di Bumi. Fenomena ini dikenal sebagai “persimpangan bidang cincin.”

Proses tersebut terjadi pada hari Minggu (23 Maret) pukul 12:04 siang EDT (1604 GMT), ketika Bumi melewati bidang cincin Saturnus, menurut In-the-Sky.org. Hal ini membuat perlintasan bidang cincin ini tidak akan dapat dilihat oleh sebagian besar pengamat langit.

Bagi mereka yang berada di lintang utara-tengah, Saturnus berada dekat dengan matahari sebelum fajar dan jauh di bawah ekliptika pagi yang miring bagi pengamat di lintang utara-tengah. Pengamat langit di lintang selatan-tengah akan memiliki kesempatan terbaik untuk melihat Saturnus tanpa cincin, tetapi harus bersaing dengan senja pagi di cakrawala timur.

Planet bercincin ini menyelesaikan satu orbit mengelilingi matahari setiap 29,4 tahun Bumi. Selama siklus ini, visibilitas cincin Saturnus ketika dilihat dari Bumi berubah karena planet ini berputar pada sumbu yang miring 27 derajat.

Terkadang cincin-cincin tersebut miring sehingga pandangan orang dapat melihatnya dengan jelas, dan terkadang dapat melihatnya dari tepi, sehingga mustahil untuk melihatnya atau tampak sebagai garis tipis yang melintasi cakram planet.

Cincin Saturnus sebagian besar terbuat dari es air, bersama dengan partikel-partikel kecil batuan dan debu. Cincin-cincin tersebut diyakini merupakan sisa-sisa komet, asteroid, atau bulan yang hancur akibat gravitasi planet yang kuat.

Pandangan manusia dari Bumi terhadap Saturnus bergeser selama orbit planet tersebut mengelilingi matahari. Ketika Saturnus miring ke arah Bumi, orang melihat sisi atas cincinnya. Sedangkan ketika planet tersebut miring menjauhi dari Bumi, orang melihat sisi bawah cincinnya.

Saat Bumi bertransisi di antara perspektif ini, planet Bumi melewati bidang cincin Saturnus. Akibatnya, orang mengalami pandangan Saturnus tanpa cincin karena sejajar dengan tepi cincinnya. Cincin-cincin planet tersebut telah secara bertahap miring ke arah kesejajaran tepi selama tujuh tahun terakhir.

Hanya Sementara?

Beruntungnya pandangan tepi ini hanyalah efek sementara, meskipun terasa lama. Cincin Saturnus perlahan-lahan akan mulai miring kembali ke arah Bumi dan akan tampak sebagai garis tipis. Pada tahun 2032, cincin-cincin tersebut akan kembali berada dalam kondisi terbaiknya selama periode kemiringan maksimumnya jika dilihat dari Bumi.

Meskipun cincin ikonik planet ini tidak akan terlihat untuk sementara waktu, para pengamat masih dapat mengamati planet terang tersebut saat ia muncul rendah di ufuk timur tepat sebelum matahari terbit.

Waktu terbaik untuk melihat Saturnus tahun ini adalah selama oposisi ketika Bumi berada di antara planet tersebut dan matahari yaitu pada tanggal 21 September 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.