Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Bahas Pembatasan Senjata Nuklir dengan Putin

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Bahas Pembatasan Senjata Nuklir dengan Putin Doc: Antara
Ket. Presiden AS Donald Trump (Kanan belakang) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Kiri belakang) menghadiri konferensi pers bersama setelah menyelesaikan pembicaraan mereka di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat (15/8).

Istanbul - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya telah membahas pembatasan senjata nuklir dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, termasuk rencana untuk melibatkan China dalam upaya denuklirisasi.

“Kami sedang membahas mengenai pembatasan senjata nuklir. Kami akan melibatkan China dalam hal ini,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office, Senin (25/8)

“Kami memiliki senjata nuklir terbanyak. Rusia memiliki jumlah terbanyak kedua, dan China ketiga,” tambahnya.

Trump menyebut Beijing saat ini berada di belakang Washington dan Moskow, namun menggarisbawahi bahwa kemampuan nuklir China berkembang pesat.

“China memang jauh tertinggal jauh, tapi mereka akan mengejar kami (AS) dalam lima tahun,” ucapnya.

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Rusia dan AS bersama-sama memiliki sekitar 90 persen dari seluruh senjata nuklir di dunia.

SIPRI memperkirakan bahwa China saat ini memiliki setidaknya 600 hulu ledak nuklir.

“Saya pikir denuklirisasi adalah permainan yang sangat besar, tapi Rusia bersedia melakukannya, dan saya pikir China juga akan bersedia untuk melakukannya,” ujar Trump kepada wartawan dalam pernyataan terpisah saat menjamu Presiden baru Korea Selatan, Lee Jae-myung.

Menegaskan bahwa penyebaran senjata nuklir tidak boleh dibiarkan, Trump berkata: “Kita harus menghentikan senjata nuklir. Kekuatannya terlalu besar,” ucap dia.

Lebih lanjut, Trump menekankan bahwa kunjungan Putin ke Alaska pada 15 Agustus menunjukkan komitmennya terhadap proses negosiasi, merujuk pada konflik Rusia-Ukraina.

“Fakta bahwa ia datang ke Alaska, negara kita, saya pikir, merupakan pernyataan besar bahwa dia ingin menyelesaikan ini,” kata Trump.

Namun, ia juga menyampaikan kekesalannya terhadap serangan Rusia yang masih berlanjut di Ukraina.

“Setiap percakapan saya dengannya adalah percakapan yang baik. Lalu kemudian, sayangnya, sebuah bom dikirim ke Kiev… dan kemudian saya akan sangat marah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.