Polri Resmikan Wisata Juang Korps Brimob di Gunungputri, Kabupaten Bogor
Selasa, 26 Agu 2025, 16:35 WIBKABUPATEN BOGOR - Korps Brimob Polri meresmikan Wisata Juang Korps Brimob di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/8), sebagai pusat edukasi sejarah perjalanan Brimob, dipimpin langsung oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol Imam Widodo.
Gedung Wisata Juang ini dibangun untuk merekam perjalanan Polri yang bermula dari Polisi Istimewa pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945, ketika Inspektur Muhammad Yasin memproklamirkan Polisi Istimewa menjadi Polri pada 21 Agustus 1945.
Ketua Pelaksana Pembangunan Wisata Juang Korps Brimob, Brigjen Pol Agustri Heriyanto menjelaskan pembangunan gedung lebih mudah daripada mengumpulkan riwayat perjuangan. Karena itu, kurasi pameran melibatkan masukan para sesepuh Brimob agar arsip, kebijakan, dan jejak operasi dapat terekam lengkap.
Wisata Juang Brimob menampilkan 60 pataka, dua Jakor Brimob, serta miniatur artefak nasional seperti Tugu Rumbati dan Benteng Guraba. Selain itu, koleksi digital memungkinkan pengunjung, termasuk wartawan dan masyarakat, menambahkan data sejarah. âKami ingin museum ini hidup, bukan sekadar benda mati," ujar Agustri.
Saat ini Brimob memiliki 38 Satbrimob Polda dengan total sekitar 56.500 personel. Struktur organisasi mencakup empat resimen dan 16 batalyon, serta berbagai pataka yang menjadi identitas pasukan. Pameran juga memuat perjalanan 31 Dankor Brimob sejak masa Presiden Soekarno hingga sekarang.
Gedung tersebut diberi nama R. Suprapto, seorang Dankor Brimob yang dikenal sederhana, lugas, dan efektif dalam memimpin.
"Kami ingin meneladani gaya kepemimpinan beliau yang efisien," kata Agustri.
Wisata Juang dibuka setiap hari pukul 08.00â15.00 tanpa pungutan biaya. Panitia juga menyiapkan layanan khusus bagi kunjungan sekolah pada akhir pekan. âKami ingin Brimob hadir untuk masyarakat, bukan ditakuti,â ujarnya.
Citra Humanis
Wisata Juang Korps Brimob di Gunungputri, Kabupaten Bogor, untuk memperlihatkan sisi humanis pasukan elit ini.
Ketua Pelaksana Pembangunan Wisata Juang Korps Brimob Brigjen Pol Agustri Heriyanto menjelaskan konsep yang dipilih bukan âmuseum rakyatâ yang dianggap terlalu sakral, melainkan âwisata juangâ agar lebih inklusif.
âKami ingin Brimob bukan ditakuti, tetapi untuk masyarakat, nusa, dan bangsa,â ujarnya.
Pengunjung dapat melihat pataka, jakor, serta arsip operasi Brimob, sekaligus menyumbang data sejarah lewat platform digital. Dengan begitu, perjalanan Brimob tidak berhenti pada benda mati, melainkan terus hidup melalui narasi kolektif.
Wisata Juang dibuka setiap hari tanpa biaya masuk. Panitia pun tidak menempatkan penjagaan ketat agar suasana lebih ramah. âKami ingin pengunjung merasa nyaman, bukan seakan-akan berada di tempat yang angker,â ujar Agustri.
Perpaduan antara kesiapan operasional menjaga negara dan keterbukaan sejarah lewat Wisata Juang diharapkan dapat memperkuat citra Brimob yang disiplin namun juga humanis.
Berita Terkait:
-
Cegah Judol Merajalela, Polri Minta Perbankan Perketat Prosedur Pembukaan Rekening
-
Polri Pindahkan 321 WNA Jaringan Judi Online ke Sejumlah Kantor Imigrasi
-
3 Ton Timun Suri Jiput Dipasok Petani Pandeglang ke Jakarta saat Ramadan
-
Kekuatan Visual di Spotify, Rahasia Sukses Podcast Malaka dan In Her View
-
Panglima TNI Dampingi Menhan RI dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI
-
Status Gunung Tambora Naik Jadi Waspada, Aktivitas Gempa Vulkanik Meningkat Tajam
-
Ombudsman Jateng Terima 663 Aduan terkait Layanan Publik Sepanjang 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.