Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Desa Tanpa Data Akurat, Indonesia Tak Akan Pernah Naik Kelas

📅 Senin, 25 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Pembangunan Desa Tanpa Data Akurat, Indonesia Tak Akan Pernah Naik Kelas Doc: istimewa
Ket. Pembangunan Ekonomi - Bangun Desa Butuh Data Presisi

JAKARTA – Desa bukan hanya sekadar ruang administratif terkecil, melainkan fondasi sosial-ekonomi yang menopang hampir 43 persen populasi nasional. Sayangnya, pembangunan desa selama ini masih kerap bersifat sporadis, parsial, bahkan tidak jarang bias data.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman mengatakan Indonesia harus berani membangun dari desa jika ingin sejajar dengan bangsa besar. "Kalau Indonesia ingin sejajar dengan bangsa besar, kita juga harus berani membangun dari desa, membuka frontier baru, menguatkan ekonomi rakyat," ujarnya dalam agenda Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Jakarta, Minggu (24/8).

Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan negara-negara maju bukan hanya karena memiliki teknologi tingkat tinggi dengan modal besar, tetapi disebabkan adanya sumber daya manusia yang berani berinovasi, berkolaborasi, dan bergerak hingga ke pelosok. Dia mencontohkan Korea Selatan (Korsel) membangun desa-desa modern melalui Saemaul Undong (Gerakan Desa Baru), lalu Tiongkok menghilangkan ratusan juta orang dari kemiskinan dengan strategi pembangunan pedesaan terpadu.

Iftitah menjelaskan program TEP bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan, merancang strategi ekonomi dan investasi, membangun kolaborasi, dan menghasilkan solusi terintegrasi yang langsung bisa dijalankan di bidang ekonomi, sains, sosial, serta teknologi. Singkatnya, lanjut dia, pemerintah akan membangun peradaban melalui program TEP yang menjadi jembatan antara dunia kampus dengan dunia kebijakan.

Program ini berbeda dengan penelitian, pengabdian, atau kuliah kerja nya yang seringkali berhenti sebagai laporan semata. "Tim Ekspedisi Patriot adalah cara kita memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di menara gading, tapi turun ke tanah, menyatu dengan rakyat," katanya.

Data Presisi

Agar pembangunan desa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University Prof Sofyan Sjaf menginisasi Data Desa Presisi (DPP). Aspek data menjadi persoalan yang krusial dalam pembangunan. Data menjadi pilar utama agar pembangunan yang dilakukan berbasiskan pada kebutuhan masyarakat, serta mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan meminimalkan risiko kegagalan.

DPP bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen yang memungkinkan perencanaan pembangunan berbasis buktidengan presisi tinggi. Tanpa data yang akurat, desa rawan mengalami program yang tidak tepat sasaran, tumpang tindih, atau bahkan meninggalkan sebagian kelompok masyarakat. Dengan DPP, desa dapat mengidentifikasi potensi ekonomi, memetakan kerentanan sosial, hingga merancang strategi adaptasi lingkungan secara lebih inklusif.

"Biasanya data diambil dari data potensi desa, kemudian informasi dari jaringan pegiat desa yang sumbernya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Saya olah, kemudian dibawa ke lapangan dan hasilnya beda banget (dengan yang didapat sebelumnya), prioritasnya," kenang Dekan FEMA IPB University dan peraih dosen IPB University dengan kinerja pengabdian kepada masyarakat terbaik pada 2022 itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.