Jepang dan Korea Selatan Sepakat Perkuat Kerja Sama Hadapi Lingkungan Geopolitik yang Menantang

Minggu, 24 Agu 2025, 15:45 WIB

JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu di Tokyo pada Sabtu (23/8) untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan itu menegaskan komitmen kedua negara menghadapi situasi kawasan yang dinilai semakin menantang.

Selama puluhan tahun, hubungan Tokyo dan Seoul kerap terganggu oleh perselisihan sejarah, termasuk sengketa wilayah dan isu kerja paksa pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea. Meski demikian, kedua negara kini memilih untuk mengesampingkan persoalan lama tersebut demi fokus menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Ket. Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (kiri) bertemu Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Tokyo, 23 Agustus 2025. — Sumber: AFP

"Di tengah lingkungan strategis yang semakin menantang di sekitar kedua negara, pentingnya hubungan Jepang-Korea Selatan dan kerja sama antara Tokyo, Seoul, dan Washington semakin meningkat," kata Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dalam pernyataan bersama usai pertemuan.

Kunjungan Presiden Lee ke Tokyo ini memiliki arti historis, sebab menjadi yang pertama kali dilakukan seorang presiden Korea Selatan untuk pertemuan bilateral sejak 1965, ketika hubungan diplomatik kedua negara dinormalisasi. "Saya yakin hal ini sendiri memiliki makna yang sangat penting, menunjukkan betapa pentingnya hubungan Korea Selatan-Jepang," ujar Presiden Lee Jae Myung.

Meski komitmen kerja sama diperkuat, Perdana Menteri Ishiba menegaskan masih ada persoalan pelik yang muncul karena Jepang dan Korea Selatan merupakan negara bertetangga dengan sejarah panjang.

"Ada masalah-masalah sulit yang muncul karena kita adalah negara-negara tetangga. Kami akan (masih) terus menjalankan kebijakan-kebijakan yang konsisten," ucap Ishiba menambahkan.

Dalam pembicaraan, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, termasuk pertahanan dan keamanan ekonomi yang menjadi perhatian utama. Selain itu, mereka juga menyinggung masalah sosial yang dihadapi masing-masing negara, terutama rendahnya angka kelahiran yang dapat berdampak pada masa depan populasi.

Pertemuan di Tokyo ini sekaligus melanjutkan upaya mempererat hubungan yang sebelumnya telah dirintis oleh mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. Selama masa pemerintahannya, Yoon berusaha mendekatkan Seoul dengan Tokyo, termasuk melalui dialog trilateral bersama Amerika Serikat untuk memperkuat posisi menghadapi ancaman Korea Utara.

Namun, perjalanan politik Yoon berakhir setelah ia dimakzulkan pada April lalu akibat keputusan memberlakukan darurat militer yang memicu krisis politik. Pemecatan tersebut memaksa Korea Selatan menggelar pemilu dadakan pada Juni, yang akhirnya dimenangkan oleh Lee Jae Myung.

Kemenangan Lee membuka babak baru dalam hubungan bilateral Jepang-Korea Selatan, dengan arah kebijakan luar negeri yang lebih menekankan kolaborasi strategis. Hal ini menjadi sinyal bahwa kedua negara siap menatap masa depan dengan memperkuat aliansi regional, meski masih ada bayang-bayang sengketa historis yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Komitmen kerja sama ini juga memberi pesan kuat kepada komunitas internasional bahwa Jepang dan Korea Selatan mampu menyingkirkan perbedaan untuk menghadapi ancaman bersama. Dengan dukungan Amerika Serikat, kedua negara diperkirakan akan memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.