Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Butuh Aksi Nyata, Bukan Janji: Kementerian Dorong Kolaborasi Multipihak

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Butuh Aksi Nyata, Bukan Janji: Kementerian Dorong Kolaborasi Multipihak Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
Ket. Pelaku UMKM kuliner khas Betawi, Ben Tjok Pulo, mengikuti bazar di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Sabtu (23/8).

JAKARTA - UMKM di Indonesia selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Lebih dari 97% lapangan kerja tercipta dari sektor ini, dan kontribusinya terhadap PDB mencapai lebih dari 60%. 

Namun, berbicara tentang UMKM yang berdaya bukan sekadar soal jumlah dan kontribusi statistik, melainkan tentang kemampuan mereka untuk bertahan, berinovasi, serta bersaing di pasar yang kian kompetitif dan digital.

Secara analitis, pemberdayaan UMKM harus dipandang dari beberapa dimensi utama. Pertama, kapasitas usaha dan inovasi. 

Banyak UMKM masih bergantung pada model usaha tradisional, padahal tantangan global menuntut inovasi produk, penguasaan teknologi digital, dan kemampuan membaca tren pasar. 

UMKM yang berdaya adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan produk bernilai tambah, dan membangun ekosistem bisnis yang berorientasi pada kualitas.

Kedua, akses terhadap pembiayaan dan pasar. Meskipun pemerintah dan lembaga keuangan telah menyediakan berbagai program kredit dan insentif, masih banyak UMKM kesulitan mengakses modal karena keterbatasan literasi keuangan atau minimnya jaminan. 

Di sisi lain, pemasaran masih terkendala keterhubungan rantai pasok yang lemah, sehingga produk UMKM sering hanya berputar di lingkaran lokal. 

UMKM yang berdaya adalah yang mampu menembus pasar lebih luas, baik nasional maupun global, dengan dukungan digitalisasi dan kolaborasi strategis.

Ketiga, sumber daya manusia dan ekosistem pendukung. UMKM tidak bisa berdiri sendiri; mereka memerlukan dukungan berupa pelatihan keterampilan, mentoring bisnis, hingga regulasi yang kondusif. 

Transformasi digital, misalnya, tidak akan berjalan optimal tanpa peningkatan literasi digital di kalangan pelaku usaha mikro.

Keempat, daya tahan dan keberlanjutan. Pandemi COVID-19 menjadi pelajaran besar bahwa hanya UMKM yang mampu beradaptasi, diversifikasi usaha, dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sosial maupun lingkungan) yang tetap bertahan. 

UMKM yang berdaya bukan hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Dengan strategi yang terintegrasi—menggabungkan akses pembiayaan, digitalisasi, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan kebijakan—UMKM Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif. 

Mereka tidak hanya menopang ekonomi nasional, tetapi juga menjadi motor transformasi menuju ekonomi digital dan hijau yang lebih resilien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Usaha Kecil Ambil Bagian da...

Sepanjang Jalan Sabang Bakal Hijau Berseri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sepanjang Jalan Sabang Baka...
Ekonomi
BPS: Surplus Perdagangan RI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.