Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Nyatakan Bencana Kelaparan di Gaza, Pertama Kalinya Terjadi di Timur Tengah

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 11:40 WIB | Oleh:

IPC mengatakan kelaparan di Gaza "sepenuhnya buatan manusia", didorong oleh eskalasi konflik yang tajam pada bulan Juli, pengungsian besar-besaran sejak pertengahan Maret, dan terbatasnya akses terhadap makanan.

Pada awal Maret, Israel sepenuhnya melarang pasokan bantuan dari Gaza, sebelum mengizinkan masuk dalam jumlah yang sangat terbatas pada akhir Mei, yang menyebabkan kekurangan parah makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Berbicara kepada wartawan di Jenewa, Fletcher mengatakan kelaparan itu seharusnya "menghantui kita semua".

"Ini adalah bencana kelaparan yang sebenarnya bisa kami cegah seandainya kami diizinkan. Namun, makanan menumpuk di perbatasan karena hambatan sistematis dari Israel," ujarnya.

Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk mengatakan "merupakan kejahatan perang untuk menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan".

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menyerukan gencatan senjata segera dan akses kemanusiaan penuh ke Gaza, seraya menambahkan: "Kita tidak bisa membiarkan situasi ini berlanjut tanpa hukuman."

Palang Merah Internasional menggambarkan deklarasi kelaparan tersebut sebagai "menghancurkan dan sepenuhnya dapat diduga".

"Berdasarkan hukum humaniter internasional, Israel, sebagai kekuatan pendudukan, harus memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk sipil di Gaza," demikian pernyataan tersebut.

Terlalu Lemah untuk Menangis

Pada bulan Juli saja, lebih dari 12.000 anak diidentifikasi menderita kekurangan gizi akut -- peningkatan enam kali lipat sejak Januari, menurut badan PBB.

"Tanda-tandanya tidak salah lagi: anak-anak dengan tubuh yang kurus, terlalu lemah untuk menangis atau makan, bayi-bayi meninggal karena kelaparan dan penyakit yang dapat dicegah," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Sistem pangan lokal telah runtuh, dengan sekitar 98 persen lahan pertanian di Jalur Gaza rusak, tidak dapat diakses, atau keduanya, kata IPC. Ternak hancur dan penangkapan ikan dilarang.

Mengumpulkan informasi sangat sulit di Gaza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.