Kemenperin Cermati Pengaduan Industri Terkait Gangguan Suplai HGBT
Kamis, 21 Agu 2025, 16:35 WIBTANGERANG â Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan saat ini tengah mencermati pengaduan dari pelaku industri maupun asosiasi terkait gangguan suplai gas dalam program subsidi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). âAduan tersebut masuk dalam Pusat Krisis Industri Pengguna HGBT yang sebelumnya telah dibentuk oleh Kemenperin.
â"Sampai saat ini sudah ada 10 pengaduan yang masuk kepada kami, baik dari industrinya langsung maupun dari asosiasi industri, dan kami akan mencermati lebih dalam pengaduan yang masuk kepada kami," kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, ditemui di Tangerang, Banten, Kamis (21/8).âââââââ
âDia menyampaikanpihaknya mempersilakan kepada para industri penerima program HGBT untuk melaporkan terkait gangguan suplai gas, serta meminta kepada produsen gas untuk tidak membatasi pasokan.
â"Sekali lagi ini kami lakukan untuk menghimpun informasi data dari industri, dan sekali lagi bahwa krisis ini sangat-sangat berdampak terhadap industri manufaktur. Terutama bagi industri manufaktur, terhadap citra iklim investasi, terhadap proses produksi, dan juga terhadap peningkatan lapangan kerja," ucap Febri.âââââââ
âPusat Krisis Industri Pengguna HGBT merupakan sarana yang dibentuk Kemenperin untuk menerima laporan, keluhan, maupun masukan dari para pelaku industri terkait kondisi gangguan pasokan gas.
âPembentukan sarana tersebut merupakan langkah cepat menanggapi keresahan para pelaku industri penerima HGBT yang terdampak karena adanya pembatasan pasokan dari produsen gas.âââââââ
âLangkah ini diambil pasca tersebarnya surat produsen gas pada industri penerima HGBT bahwa akan diberlakukan pembatasan pasokan sampai 48 persen.âââââââ
âDengan adanya media pengaduan ini diyakini bisa memberikan rasa aman dan perlindungan pada investasi manufaktur di dalam negeri. Adapun tujuh subsektor penerima manfaat HGBT, yakni industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, dan sarung tangan karet.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dua Warganya Tewas Ditembak KKB di Papua, Gubernur NTT Geram: Kalian Sangat Biadab!
-
Kunjungi PT Bogor Sari Nutrisi, Kemenperin Apresiasi Pengembangan IKM Binaan Yayasan Astra
-
Rancangan Umum Sementara Program 2027 Kota Bogor Dirilis
-
Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Marunda, Perkuat Rantai Pasok Pelumas Dalam Negeri
-
Chelsea Ultimatum Manchester City: Bayar 2,5 Triliun Rupiah atau Lupakan Enzo Fernandez
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
'Kami Ingin Perang Darat': Iran Telah Habiskan Puluhan Tahun untuk Menyambut Invasi Darat AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.