Peringati 80 Tahun Merdeka, Kemkomdigi Ingatkan, Kedaulatan Digital Tak Bisa Ditawar
Senin, 18 Agu 2025, 21:45 WIBJAKARTA â Di era digital, kedaulatan tidak lagi hanya berkaitan dengan batas teritorial darat, laut, dan udara, melainkan juga dengan ruang siber yang kini menjadi arena strategis bagi ekonomi, politik, budaya, hingga pertahanan.
Kedaulatan digital mencakup kendali atas infrastruktur teknologi, perlindungan data pribadi warga negara, keamanan sistem informasi, serta regulasi terhadap aktivitas ekonomi digital.
Negara yang tidak mampu menguasai ruang digital berisiko mengalami digital dependency, yakni bergantung pada teknologi asing, rentan terhadap kebocoran data, serangan siber, dan dominasi platform global yang bisa memengaruhi arah kebijakan dalam negeri.
Di sisi lain, penguatan kedaulatan digital juga dapat menjadi motor pembangunan. Penguasaan teknologi lokal, pengembangan ekosistem start-up nasional, serta literasi digital masyarakat akan memperkuat daya saing bangsa di kancah global.
Dengan demikian, kedaulatan bangsa di ruang digital bukan hanya soal proteksi, tetapi juga transformasi: bagaimana negara memastikan ruang digital menjadi wadah yang aman, adil, dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta kemandirian politik bangsa.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail mengatakan bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menjadi pengingat sekaligus penegasan atas pentingnya memperkuat kedaulatan bangsa di ruang digital.
âPeringatan 80 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Teknologi harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat, menjaga persatuan, dan memperkuat kejayaan Indonesia di mata dunia,â kata Ismail dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/8).
Dia menyampaikan hal tersebut dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 RI di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Minggu (17/8).
Ismail menegaskan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan "Indonesia Incorporated", Kemkomdigi berkomitmen menghadirkan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berdaya guna.
Capaian nyata telah diraih melalui pembangunan BTS 4G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T); penyediaan layanan internet publik; serta penguatan jaringan Palapa Ring. Sedangkan di bidang penguatan sumber daya manusia, Kemkomdigi memberikan pelatihan melalui program Digital Talent Scholarship.
Tahun ini, langkah strategis juga ditandai dengan peluncuran AI Talent Factory untuk mencetak talenta kecerdasan artifisial (AI) dari tingkat pemula hingga spesialis, sekaligus menyiapkan Indonesia sebagai pencipta dan inovator AI.
Selain itu, Kemkomdigi turut memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital dengan memutus akses lebih dari 1,2 juta konten negatif dan menyusun peraturan pelaksanaan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Upaya perlindungan anak juga diwujudkan melalui PP Tunas yang mewajibkan verifikasi usia, pengawasan konten, dan sistem pelaporan pada platform digital.
âDi usia 80 tahun kemerdekaan, kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan sejati adalah terbebas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. Kementerian Komunikasi dan Digital hadir untuk memastikan rakyat kecil dapat tersenyum melalui akses digital yang merata dan pemanfaatan teknologi yang berpihak pada rakyat,â ujar Ismail.
- Kedaulatan Digital
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tuberkulosis Tanpa Gejala Nyata Ada dan Menular
-
Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia, Indosat, Nokia, dan Nvidia Resmikan AI-RAN Research Center Pertama di Asia
-
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan
-
India Kembangkan Drone AVATAAR yang Dapat Terbang Sekaligus Menyelam di Laut
-
BPS: Luas Panen Padi di Riau Pada 2025 Capai 59,5 Ribu Hektare
-
Layanan Keamanan dan Kesehatan untuk Pemudik oleh Pemkot Jambi
-
IHSG Jelang Akhir Pekan Melemah, Mengikuti Bursa Asia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.