Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan

Senin, 06 Apr 2026, 23:11 WIB

Banjarbaru - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melarang petani membuka lahan dengan cara membakar sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Senin, mengatakan larangan tersebut menjadi upaya utama untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi saat musim kering.

Ket. Foto: Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman. — Sumber: Antara

“Berdasarkan data BMKG, fenomena El Nino berpotensi memicu kemarau lebih panjang dari biasanya sehingga berdampak pada kondisi lahan pertanian di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Dengan adanya El Nino, ia menekankan kemarau yang akan lebih panjang itu akan berdampak pada kondisi lahan pertanian, sehingga juga membutuhkan langkah antisipasi dari para petani.

“Pembukaan lahan dengan cara membakar tidak lagi diperbolehkan karena berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas, terutama di tengah kondisi cuaca kering,” katanya.

Selain itu, ia juga mengimbau petani untuk membersihkan lahan dari rumput kering guna mengurangi potensi bahan bakar alami yang dapat mempercepat penyebaran api.

Dalam masa panen, Syamsir meminta petani memanen tanaman hingga ke bagian bawah menggunakan alat panen modern seperti combine harvester agar sisa batang atau ilalang kering yang mudah terbakar dapat diminimalkan.

“Kalau panen sampai bawah, maka sisa-sisa tanaman yang berpotensi terbakar bisa diminimalisir,” tuturnya.

DPKP Kalsel juga mendorong petani menyiapkan langkah mitigasi lain seperti melakukan pengomposan sisa tanaman serta mengaktifkan kembali sumur bor guna memastikan ketersediaan air selama musim kemarau.

Ia juga menilai peran pemerintah kabupaten dan kota penting dalam mendukung upaya tersebut, termasuk melalui optimalisasi brigade pangan yang telah dilengkapi peralatan di lapangan untuk penanganan dini.

Dia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama melalui sistem keamanan lingkungan serta sinergi dengan aparat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mengantisipasi potensi kebakaran.

“Yang terpenting adalah saling menjaga dan saling mengingatkan. Ini menjadi kunci utama kita dalam menghadapi musim kemarau,” ujar Syamsir.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.