IHSG Jelang Akhir Pekan Melemah, Mengikuti Bursa Asia
Jumat, 21 Nov 2025, 11:33 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan di Jumat (21/11) pagi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG dibuka melemah 31,38 poin atau 0,37 persen ke posisi 8.388,54. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,62 poin atau 0,54 persen ke posisi 843,40.
"Pasar diharapkan berbalik menguat serempak hari ini. Pasar hari ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan global," kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari ekspektasi turut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.
Data NonFarm Payroll (NFP) AS periode September 2025 mencatatkan penambahan 119.000 pekerjaan, namun tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen. Klaim pengangguran lanjutan mencapai level tertinggi sejak 2021, yang menandakan perekrutan melemah.
Data-data tersebut memberikan sinyal campuran bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pelaku pasar saat ini masih mencari posisi antara saham pertumbuhan versus bernilai, dan aset berisiko versus aset aman.
Dari kawasan Asia, Jepang menghadapi ancaman stagflasi, inflasi kembali naik ke 3,1 perâââsen sementara ekonomi berkontraksi dan hubungan dagang dengan China memburuk, yang menekan posisi Bank of Japan (BoJ).
Sementara itu, dari dalam negeri, Indonesia menghadapi tekanan ganda berupa defisit fiskal dan tekanan eksternal, yang mana neraca pembayaran kuartal III-2025 defisit 6,4 miliar dolar AS akibat capital outflow dan pembayaran utang, sehingga bisa memberikan tekanan jangka pendek pada rupiah.
Di sisi lain, transaksi berjalan mencatatkan surplus 4,04 miliar dolar AS, atau surplus pertama sejak 2023, berkat lonjakan ekspor nonmigas.
Dari sisi fiskal, APBN mengalami defisit besar Rp479,7 triliun, dipicu belanja negara yang tinggi dan penerimaan pajak yang melemah. Imbasnya, pembahasan UMP 2026 tertunda dan rencana kenaikan gaji PNS 2026 belum pasti karena ruang fiskal semakin sempit.
Selain itu, pemerintah mempertimbangkan penerapan Bea Keluar batu bara untuk menambah penerimaan, namun kebijakan ini berpotensi menekan margin emiten batu bara.
Pada perdagangan Kamis (20/11), bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,33 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,21 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,50 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,34 persen.
Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup melemah pada Kamis (20/11), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,84 persen ditutup di level 45.752,26, indeks S&P 500 melemah 1,56 persen ke level 6.538,76, indeks Nasdaq Composite melemah 2,38 persen ditutup di level 24.054,38.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1.085,94 poin atau 2,20 persen ke 48.731,50, indeks Shanghai melemah 82,69 poin atau 2,11 persen ke 3.847,35, indeks Hang Seng melemah 651,96 poin atau 2,46 persen ke 25.203,50, dan indeks Strait Times melemah 40,08 poin atau 0,90 persen ke 4.471,48.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
-
Kerjasama Mendukung Percepatan Digitalisasi sektor pariwisata di Destinasi Unggulan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.