Kesejahteraan Masih Jomplang, DEN: Momentum 17 Agustus Jadi Titik Balik
📅 Minggu, 17 Agu 2025, 18:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan momentum reflektif untuk mengukur sejauh mana cita-cita bangsa mewujudkan kesejahteraan merata dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat benar-benar terimplementasi.
Menurut Luhut, tantangan Indonesia saat ini bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga memastikan distribusi manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu atau hanya dinikmati oleh segelintir kelompok.
Ia menilai, pemerataan akses pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kesempatan kerja produktif harus menjadi prioritas utama agar kemerdekaan yang diproklamasikan delapan dekade lalu memiliki makna substantif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Lebih jauh, Luhut menggarisbawahi pentingnya sinergi kebijakan nasional antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat sipil, agar pertumbuhan ekonomi yang tercapai mampu menekan ketimpangan sosial-ekonomi.
Ia menegaskan, keadilan sosial sebagaimana diamanatkan Pancasila bukanlah jargon, melainkan agenda konkret yang perlu diwujudkan melalui tata kelola pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kearifan lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, momentum HUT Ke-80 RI diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dirasakan apabila kesejahteraan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari kota besar hingga pelosok negeri.
“Hari ini, kemerdekaan itu kita abadikan dengan menjawab tantangan zaman, dimulai dari membangun ekonomi yang tangguh, memastikan keadilan sosial yang tercapai, serta menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Luhut dalam Instagram @luhut.pandjaitan di Jakarta, Minggu (17/8).
Luhut menambahkan kemerdekaan yang diraih Indonesia pada 80 tahun yang lalu didapatkan melalui keberanian, pengorbanan dan keyakinan bahwa Indonesia harus berdiri sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk tahun ini, dia meyakini Indonesia memasuki era baru, yakni era kolaborasi, partisipasi yang luas, serta harapan yang dibentuk bersama-sama dari generasi pendahulu hingga saat ini.
Terlebih, di tengah situasi global yang saat ini dipenuhi ketidakpastian.
“Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kecepatan bertindak dan keberanian mengambil keputusan,” ujar Luhut.
Meski Indonesia menunjukkan ketahanan fundamental ekonomi yang baik, lanjut Luhut, namun kewaspadaan tetap dibutuhkan sembari menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Untuk itulah deregulasi tetap menjadi prioritas pemerintah saat ini, menyederhanakan aturan, mempercepat investasi dan memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat banyak,” tambah Ketua DEN.
Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu menekankan perbedaan pendapat tak bisa dihindari sebagai negara yang menjunjung tinggi asas demokrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!