Warga Sumsel Tak Perlu Khawatirkan Pangan untuk Menghadapi Bencana Alam
Jumat, 15 Agu 2025, 09:19 WIBPALEMBANG â Stok bantuan pangan untuk menghadapi bencana banjir dan tanah longsor selama musim hujan sangat cukup untuk wilayah Sumsel. "Stok bantuan bencana terutama beras tersedia cukup banyak dan sewaktu-waktu bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Kepala Dinas Sosial Sumsel Mirwansyah di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, stok beras yang dialokasikan khusus untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana saat ini tersedia 100 ton per kabupaten dan kota. Dengan tersedianya bantuan dalam jumlah cukup, jika sewaktu-waktu terjadi bencana di suatu daerah, korbannya bisa dibantu dengan cepat sehingga dapat mencegah terjadinya masalah sosial di lokasi bencana.
"Jika diketahui ada masyarakat mengalami bencana banjir dan tanah longsor, bisa segera diberikan bantuan sehingga dapat dicegah timbulnya masalah sosial seperti rawan pangan," ujarnya. Bantuan tersebut sifatnya sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat yang benar-benar layak menerimanya. Penyalurannya akan dilakukan secara selektif sehingga tepat sasaran.
Menurut dia, beberapa daerah yang berpotensi dilanda bencana tanah longsor yang menjadi pusat perhatian seperti Kabupaten Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam, mengingat daerah tersebut berada di dataran tinggi. Sedangkan daerah yang kemungkinan berpotensi dilanda banjir adalah yang berada di kawasan dataran rendah seperti Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Musirawas, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Masyarakat yang berada di daerah tersebut diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana, sehingga diharapkan permasalahan sosial akibat dampak bencana pada musim hujan dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalkan, jelas Kadinsos Sumsel.
Sebelumnya, Tim SAR Palembang, Sumatera Selatan, mencari bocah yang tenggelam di Sungai Musi yang hilang sejak Rabu (13/8). Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, di Palembang, Kamis, mengatakan korban adalah Sakila Oktavia seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang terseret derasnya arus Sungai Musi.
Menurut informasi, kejadian berawal pada Rabu (13/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban sedang berenang bersama dua temannya, yakni Fino (8) dan Riski (8) di pinggiran Sungai Musi Palembang. Namun, korban bersama Fino berenang menuju ke tengah sungai. Arus sungai yang deras menyebabkan korban dan Fino terseret arus. Seorang warga yang melihat kejadian tersebut langsung terjun ke sungai untuk melakukan pertolongan, namun hanya Fino yang berhasil diselamatkan sedangkan korban tenggelam.
Dia mendapatkan informasi kejadian tersebut sekitar pukul 16.45 WIB dan langsung memerintahkan Tim Rescue yang dipimpin langsung oleh Kasi Operasi Manca Rahwanto untuk berangkat ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban. Namun belum ditemukan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Penyaluran Bantuan Logistik untuk Korban Angin Puting Beliung di Probolinggo
-
Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Wilayah Magetan Selama Januari 2026
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
Bekasi Mencekam, Puting Beliung Sapu 27 Rumah di Cikarang, Atap Terbang hingga Pohon Tumbang Timpa Warga
-
Waspadai Longsor Susulan di Cisarua
-
Penanganan Kepadatan Logistik Jadi Fokus di Pelabuhan Ketapang
-
Pengecekan Legalitas 1.085 Batang Kayu Bulat di Sungai Kapuas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.