Penajam Bangun Ekosistem Pertanian Modern
Jumat, 15 Agu 2025, 03:09 WIBPENAJAM PASER UTARA - Kabupaten Penajam Paser Utara dengan perguruan tinggi dari Bali melakukan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan pertanian modern di kabupaten itu sebagai daerah penyangga atau mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
âPemerintah kabupaten bekerja sama dengan perguruan tinggi dari Bali untuk mewujudkan pembangunan berbasis pengetahuan, inovasi dan keberlanjutan,â ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai kesiapan sebagai mitra IKN di Penajam, beberapa hari lalu.
Kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga IKN, lanjut dia, untuk mempercepat peningkatan daya saing SDM lokal secara inklusif.
âKemitraan itu untuk bangun ekosistem pertanian modern yang membuat generasi muda bangga menggarap potensi unggulan daerah,â tambah Mudyat Noor.
Langkah tersebut dinilai penting karena Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Paser, masih menghadapi keterbatasan di sektor pengembangan SDM.
Kolaborasi strategis akademik yang dibangun Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Bali International Management (BIM) University by Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Bali.
Kemitraan dilakukan sejalan dengan misi kampus menjadi perguruan tinggi bisnis unggulan di Indonesia, jelas Wakil Rektor II BIM University William Rahaditama, mahasiswa bakal mendapat pengalaman langsung di masyarakat, menumbuhkan keterampilan bisnis, sosial, dan keberanian berinovasi.
BIM University, timpal Wakil Rektor I BIM Cuk Taruna Hendra Jaya, BIM University juga bekerja sama dengan mitra dari Tiongkok untuk pengembangan pertanian. âTarget jangka menengah dorong produktivitas lahan dari lima hektar menjadi 10 hektar, dan juga kembangkan kegiatan budaya dan berbagai kreativitas mahasiswa di bidang lainnya,â katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, memangkas rantai distribusi bahan pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), agar harga yang sampai ke masyarakat lebih murah.
âGPM ini untuk menjaga ketersediaan barang kebutuhan tetap aman. Melalui GPM, maka rantai distribusi pangan yang panjang dapat dipangkas sehingga konsumen mendapatkan harga terbaik,â ujar Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani saat giat GPM di Creative Park, Tenggarong, kemarin.
Dia mengatakan, kegiatan tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DLH Banyumas Kembangkan TPST BLE Tekan Beban Pengolahan Sampah
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.