Misi Besar Prabowo, Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2026! Mungkinkah?

Jumat, 15 Agu 2025, 07:36 WIB

Jakarta - Di balik hiruk-pikuk pembangunan dan geliat ekonomi yang terus bergulir, Presiden Prabowo Subianto menyimpan satu target besar yakni tak ada lagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2026. Mimpi besar ini diungkap oleh Kepala Badan Pengelola Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (14/8).

Meski angka nol persen terdengar nyaris utopis, Budiman meyakini bahwa hal itu bukan mustahil. “Mendekati 0% lah. Kita harus realistis, tapi optimis. Saat ini kemiskinan ekstrem ada di angka 0,83%, atau sekitar 2,35 juta jiwa. Jadi sangat mungkin kita capai,” jelasnya.

Ket. Foto: Warga mencuci pakaian di pelataran kontrakannya di kawasan permukiman padat penduduk, Petamburan, Jakarta — Sumber: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Spt

Strateginya? Tak hanya lewat bantuan sosial, tetapi dengan membuka jutaan peluang kerja melalui dua program unggulan yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan MBG (Makan Bergizi Gratis).

Program koperasi yang tersebar di 80.000 titik ini diprediksi akan menyerap hingga 2 juta tenaga kerja baru. Sementara MBG, yang mengusung konsep dapur massal untuk penyediaan makanan bergizi, dirancang menciptakan lapangan kerja bagi 3,5 juta orang hanya dari satu dapur yang melibatkan rata-rata 50 pekerja.

“Baru dua program saja sudah bisa serap 3,5 juta tenaga kerja. Belum termasuk sekolah rakyat dan guru-guru honorer yang akan diangkat,” ujar Wakil Kepala I BP Taskin, Nanik S Deyang.

Lebih dari sekadar angka, target ini membawa harapan bahwa setiap orang bisa punya peluang untuk hidup layak. Pemerintah juga telah mengucurkan anggaran jumbo senilai Rp 504,7 triliun untuk memperkuat program perlindungan sosial dari PKH dan BPNT, hingga subsidi energi dan pendidikan.

Prabowo bukan sekadar menjanjikan, tapi meletakkan fondasi perubahan lewat pendekatan yang menyentuh akar masalah yakni ketimpangan ekonomi dan akses terhadap pekerjaan.

Apakah target ini bisa tercapai? Waktu akan menjawab. Tapi satu hal jelas: Indonesia sedang melangkah ke arah di mana kemiskinan bukan lagi takdir, melainkan tantangan yang bisa diatasi bersama.

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.