Cadangan Beras Jakarta Tetap Aman

Jumat, 15 Agu 2025, 03:35 WIB

JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan meski ada penarikan akibat isu beras oplosan, cadangan beras untuk ibu kota tetap aman. “Stok beras ibu kota tetap aman, meski terjadi penarikan beras oplosan produksi Food Station,” tandas Pramono Anung Wibowo, Kamis (14/8). Menurutnya, penarikan tidak akan mengganggu pasokan beras bagi masyarakat.

Pramono minta beras sebagai sebagai bukti oplosan agar (sebagaian) tetap boleh diedarkan. Dia menjelaskan jika alat produksi Food Station disita sebagai barang bukti dan tidak diedarkan, maka akan mengganggu ketersediaan beras Jakarta. “Kalau barang bukti, tidak boleh dioperasikan, pasti stok beras Jakarta akan terpengaruh. Jadi, kami bersyukur beras yang jadi barang bukti bisa dioperasikan. Kemudian untuk yang sudah ditarik, ya, sudah pasti ditarik,” jelas Pramono.

Ket. Foto: Gubernur Jakarta, Pramono Anung. — Sumber: RRI/Penta Maydita

Lebih lanjut, dia menyatakan Pemprov juga berkomitmen memperbaiki tata kelola Food Station, termasuk pembaruan manajemen di tingkat direksi. Dia pun minta agar jajaran direksi baru Food Station dapat bekerja secara profesional. Ya, jangan mengulang mengoplos beras. Sebab Food Station sampai mengoplos beras sungguh memalukan dan tidak bermoral. Sebab Food Station adalah BUMD milik pemerintah (daerah).Pramono menegaskan, kepada direksi agar bekerja secara ­profesional.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyayangkan beredarnya beras oplosan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Food Station. Dia menegaskan agar ke depan pengawasan serta tata kelola BUMD ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa terulang. Gubernur juga menyebut kasus beras oplosan itu telah menimbulkan keresahan karena sebagian besar kemungkinan sudah dikonsumsi masyarakat.

“Kalau beras oplosan bisa ditarik, saya minta untuk ditarik. Masalahnya, kemungkinan sudah dikonsumsi,” tutur Pramono.Maka, dia minta agar kasus beras oplosan dijadikan momentum untuk memperkuat pengawasan dan akuntabilitas tubuh BUMD Jakarta. Selain itu, dia juga mengingatkan seluruh jajaran direksi BUMD agar mengedepankan tata kelola yang profesional dan menjunjung tinggi integritas.

“BUMD adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Maka akuntabilitas dan integritas harus menjadi pondasi utama,” pungkas Pramono.

Mengecek Stok

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan melalui Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya inspeksi mendadak di salah satu gudang beras di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (14/8). Satgas mengecek 90 ton beras. “Seluruhnya produksi bukan Agustus,” kata Kasubdit Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Ardila Amry, Jakarta Timur, Kamis.

Berdasarkan hasil pengecekan di gudang tersebut tidak ada indikasi penimbunan beras. Pengecekan juga dilakukan terhadap kualitas beras. Dari hasil pemeriksaan, beras yang disimpan di salah satu gudang beras di Cakung, termasuk kategori premium sesuai dengan label kemasan.

“Stoknya aman dan produksinya masih baru. Kami minta seluruh pelaku usaha mendistribusikan beras maksimal dua hari dari stok gudang,” ujar ­Ardila.

Harga yang ditawarkan kepada distributor pun masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Misalnya, beras premium sebesar 14.900 per kilogram. ν wid/Ant/G-1

  • pramono anung

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.