OIKN Ingin Kopi Liberika Lokal Jadi ‘Emas Hitam’ Baru di Sekitar IKN
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA / HO- Humas OIKN
KOTA NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tak sekadar membangun gedung dan infrastruktur, tetapi diam-diam sedang meracik strategi ekonomi yang bisa mengubah peta perdagangan lokal: menjadikan kopi hasil bumi masyarakat sekitar sebagai “emas hitam” baru IKN.
Langkah ini bukan hanya soal aroma dan cita rasa, tetapi tentang membentuk rantai ekonomi berkelanjutan yang menguntungkan petani, menghidupkan UMKM, dan memikat wisatawan.
Jika strategi ini berhasil, kopi liberika tak lagi sekadar minuman pengusir kantuk, melainkan simbol kemandirian ekonomi daerah dan kartu identitas global bagi IKN.
Namun, tantangannya jelas dari konsistensi kualitas, akses pasar, hingga membangun citra premium di tengah gempuran merek-merek besar dunia.
"Kami ingin kopi liberika yang sejak lama ada di kawasan IKN dan kawasan penyangga tidak hanya dikenal sebagai komoditas khas, tetapi juga menjadi bagian dari ekonomi berkelanjutan di sekitar IKN," ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Kota Nusantara, Minggu (10/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kopi liberika adalah salah satu dari tiga jenis kopi utama di dunia selain arabika dan robusta. Nama ilmiahnya Coffea liberica, berasal dari Liberia di Afrika Barat, lalu menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Salah satu langkah menjadi ekonomi berkelanjutan berbasis kerakyatan itu, maka Sabtu (9/8), untuk pertama kalinya OIKN menggelar pameran yang dikemas dalam gelar Nusantara Liberica Coffee Exhibition (NLCE), yakni ajang yang menjadi titik temu antara petani, peracik, penikmat kopi, dan masyarakat umum.
Pameran ini menghadirkan pelaku usaha dan petani kopi dari berbagai daerah, sekaligus membuka peluang pasar baru, dengan kata lain, giat ini untuk membuka wawasan perjalanan biji kopi liberika dari kebun hingga masuk cangkir yang siap dinikmati oleh penggemar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ajang ini sekaligus memberi ruang bagi publik untuk ikut merasakan dan memahami karakter uniknya, setelah diracik oleh tangan-tangan terampil barista yang menjadi peserta dalam pameran tersebut.
Melalui sesi _public cupping_ (cicip kopi/ uji cita rasa), peserta diajak mengeksplorasi aroma, rasa, dan tekstur liberika yang lembut dan berkarakter khas, berbeda dari arabika dan robusta yang mendominasi pasar.
Aneka produk kopi liberika ditampilkan plus disajikan, mulai dari biji hasil panen hingga bubuk siap seduh, disertai sesi uji cita rasa, diskusi bersama barista, dan pelatihan pengolahan kopi berkualitas.
"Liberika ini sangat _soft medium_, sehingga ini bisa mengangkat pamor liberika dari pasar yang didominasi arabika dan robusta. Ini agenda pertama kali dan menjadi langkah mengembangkan sumber daya lokal, salah satunya kopi," katanya.
Untuk itu, Basuki segera melakukan kerja sama untuk mengembangkan penelitian mengenai jenis kopi liberika ini. Bahkan di dekat Embung MBH IKN juga akan ditanam kopi liberika untuk kebutuhan warga IKN.
Sejumlah varian liberika disajikan dalam giat ini, seperti liberika Kuningan dan Pemalang yang tumbuh di dataran tinggi, liberika Teluk Pandan dan Muara Badak Kalimantan Timur yang tumbuh di dataran rendah bergambut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!