Atasi Karhutla Riau, Kemenhut Lakukan Modifikasi Cuaca Tahap Ke-3 Selama 10 Hari
Selasa, 12 Agu 2025, 10:23 WIBJAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan berbagai lembaga lain akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) tahap ketiga untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum Kemenhut), Dwi Januanto Nugroho di Jakarta, Selasa (12/8), menjelaskan Kemenhut bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, dan TNI AU resmi membuka OMC tahap ketiga di Provinsi Riau.
"OMC ini menjadi langkah strategis dalam masa perpanjangan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau. Operasi ini akan dilaksanakan selama 10 hari ke depan dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan," ujarnya.
Dia mengatakan pelaksanaan OMC itu juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui langkah cepat, kolaboratif, dan terukur.
Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla sejak 22 Juli hingga 4 Agustus 2025 melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor 682 Tahun 2025. Berdasarkan evaluasi Satgas Bencana, status tersebut diperpanjang untuk pertama kalinya selama dua pekan.
Menyikapi hal itu, katanya, langkah penanggulangan diperkuat, baik melalui operasi pemadaman darat oleh Manggala Agni Kemenhut bersama Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Riau, serta operasi udara meliputi patroli udara, water bombing, dan OMC.
Tahap pertama OMC telah dilaksanakan pada 2-12 Mei 2025, kemudian tahap kedua pada 21 Juli-9 Agustus 2025 dengan dukungan pendanaan dari BNPB. Berdasarkan pantauan curah hujan, pada periode tersebut Kabupaten Rokan Hilir mengalami hujan 5 hari, dan Kabupaten Rokan Hulu 8 hari.
Tahap ketiga OMC rencananya akan berlangsung selama 10 hari yang didukung pendanaan dari Kementerian Kehutanan, melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bekerja sama dengan Kedeputian Bidang Modifikasi Cuaca BMKG.
Data Kemenhut memperlihatkan sepanjang Juli 2025 terjadi 142 kejadian karhutla di Riau dengan perkiraan luas 1.768,01 hektare. Sementara hingga 9 Agustus 2025, terdapat tambahan 93 kejadian dengan luas sekitar 1.150,60 hektare.
Saat ini pasukan Manggala Agni Kemenhut dilaporkan masih melakukan operasi pemadaman dan pendinginan (mopping up) di wilayah Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.
"Kementerian Kehutanan tetap berkomitmen tinggi dalam pengendalian karhutla, baik melalui pemadaman darat maupun penanganan udara, dengan semangat kolaborasi dan sinergisitas yang kuat. Dengan segala ikhtiar dan doa kita bersama, semoga bencana karhutla di Riau segera terkendali," kata Dwi Januanto Nugroho.
- Karhutla
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pada Masa Mudik dan Balik Angleb Mendatang, Berikut Pengaturan Lalin
-
17 Pelaku Karhutla Ditangkap, Polda Riau Tegas Berantas Pembakaran Lahan
-
Brigade Siapkan Pengawalan di Tiga Titik Jalur Pendakian Gunung Dempo
-
15 Ton Garam Tambahan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Riau
-
Rancangan Pergub tentang Pengendalian Karhutla Lewat Kearifan Lokal
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Lindungi Pekerja Informal
-
Teladani Rahmi Hatta: Menteri PPPA dan Meutia Hatta Tekankan Peran Ibu dalam Pemberdayaan Perempuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.