Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Selama Revitalisasi JPO Halte Transjakarta Gelanggang Remaja

Senin, 11 Agu 2025, 15:00 WIB

JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas selama proses revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Gelanggang Remaja di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan selama proyek berlangsung.

Revitalisasi JPO dilakukan secara bertahap dengan dimulai dari pengerjaan ramp sisi barat pada 20 Juli hingga 15 Desember 2025. Pada tahap ini, pemasangan shoring atau penahan sementara dilakukan di area trotoar tanpa memakan badan jalan sehingga arus lalu lintas dari arah Kampung Melayu menuju Cawang maupun sebaliknya tetap normal seperti kondisi eksisting.

Ket. Foto: — Sumber: Dishub DKI Jakarta

Tahap kedua akan dimulai pada 10 Agustus hingga 15 Desember 2025 dengan fokus pada ramp sisi timur. Pemasangan shoring pada tahap ini dilakukan di jalur Transjakarta sisi timur, sehingga bus dari arah Kampung Melayu menuju Cawang akan menggunakan sistem mix traffic sepanjang area pekerjaan pada 6 hingga 26 September 2025, sementara lalu lintas dari arah Cawang menuju Kampung Melayu tetap berjalan normal.

Pemasangan gelagar JPO dijadwalkan berlangsung mulai 4 Oktober hingga 21 November 2025. Selama pekerjaan ini, arus kendaraan dari kedua arah akan tetap berjalan seperti biasa, namun fasilitas penyeberangan dialihkan dari JPO ke zebra cross yang telah dilengkapi dengan lampu isyarat penyeberang jalan atau pelican crossing.

PT Khayo selaku pelaksana proyek bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan keamanan seluruh pengguna jalan di sekitar lokasi pekerjaan. Penanggung jawab proyek juga diwajibkan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan dipatuhi, baik untuk pengguna kendaraan bermotor maupun tidak bermotor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan tersebut jika tidak ada keperluan mendesak, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan di jalan menjadi prioritas utama selama pekerjaan berlangsung,” demikian imbauan dari Dishub DKI Jakarta dalam keterangan resminya.

Dengan penerapan rekayasa lalu lintas ini, Dishub berharap kemacetan dapat diminimalisasi dan risiko kecelakaan di lokasi pekerjaan dapat dicegah. Masyarakat juga diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mencari jalur alternatif demi kelancaran mobilitas harian.

Proyek revitalisasi JPO ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di ibu kota. Dengan desain baru yang lebih modern, aman, dan ramah bagi penyandang disabilitas, JPO Halte Transjakarta Gelanggang Remaja diharapkan dapat menjadi sarana penyeberangan yang optimal dan inklusif bagi semua kalangan.

Dishub DKI menegaskan bahwa revitalisasi JPO ini tidak hanya untuk mempercantik infrastruktur, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna transportasi publik. Langkah ini sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi massal.

Revitalisasi yang dilakukan di Jalan Otto Iskandardinata ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan sistem transportasi publik yang aman dan nyaman. Dengan adanya pembaruan fasilitas ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, dan mendukung mobilitas berkelanjutan di Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.