BEI Bidik Rp20 Triliun Transaksi Harian, Publik Tanya: Siapkah Pasar?

Senin, 11 Agu 2025, 23:38 WIB

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target jumbo: rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Rp20 triliun pada 2029, dengan ambisi mengerek pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

Tidak berhenti di situ, BEI juga membidik kapitalisasi pasar tembus Rp20.000 triliun, naik tajam dari Rp13.555 triliun per 8 Agustus 2025.

Ket. Foto: Aktivitas di BEI. — Sumber: Antara

Target ini terdengar memukau, tapi juga mengundang pertanyaan: apakah pasar modal benar-benar siap menopang lonjakan tersebut, atau ini hanya mimpi megah di tengah tantangan struktural seperti literasi keuangan rendah, volatilitas global, dan ketergantungan pada sentimen asing?

Pertumbuhan RNTH bukan sekadar soal angka transaksi tetapi juga butuh investor domestik yang kuat, perusahaan berkinerja solid, dan regulasi yang menjaga kepercayaan.

Jika strategi BEI tak mampu menggerakkan semua roda itu secara serempak, target Rp20.000 triliun market cap bisa jadi sekadar poster visi yang indah, tetapi rapuh saat diterpa badai pasar.

“Target kita di tahun 2029 RNTH menjadi Rp20 triliun. Sehingga dampaknya adalah market cap per valuasi tercatat menjadi sekitar Rp20.000 triliun market cap perusahaan di 2029,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/8).

Kemudian, jumlah perusahaan tercatat (emiten) ditargetkan mencapai 1.200 perusahaan pada tahun 2029, yang mana jumlah perusahaan tercatat sebanyak 954 perusahaan per 8 Agustus 2025.

Untuk mencapai target jumlah perusahaan itu, Iman memastikan BEI tetap akan memperhatikan dari sisi kualitas perusahaan tercatat, diantaranya dengan memperbanyak lighthouse company (perusahaan mercusuar) atau perusahaan dengan market cap di atas Rp3 triliun.

“Jadi, kita tidak bicara hanya jumlah, tapi juga bicara quality. Kita bicara ini bukan hanya angka tapi dalam rangka hitungan untuk men-support GDP sebesar 8 persen, bahwa target perusahaan kita di tahun 2029 adalah 1.200 perusahaan,” ujar Iman.

Ia melanjutkan, strategi untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal Indonesia, diantaranya dengan mengoptimalkan instrumen investasi yang meliputi equity income, fixed income, serta produk derivatif.

“Contohnya bahwa short selling yang target (peluncuran) di September 2025 apabila dimungkinkan. Kedua, terkait dengan improvement dari data distribution, stock value program, liquidity provider yang kita mulai, serta regulated OTC trading untuk SPPA,” ujar Iman.

Per 8 Agustus 2025, BEI mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 17,6 juta Single Investor Identification (SID), yang didominasi oleh kalangan usia muda mencapai 52,25 persen dari total investor.

Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh sebesar 18,15 persen year to date (ytd) dibandingkan sebanyak 14,87 juta investor pada akhir tahun 2024.

Selama lima tahun terakhir, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat tumbuh signifikan 134,6 persen (ytd) dibandingkan sebanyak 7,49 juta investor pada akhir tahun 2021.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.